Peristiwa

Warga Desa Kemiri Sidoarjo Siap Hadang Tim Eksekusi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Warga Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo siap mempertahankan tanah kas desa (TKD) seluas 10.000 meter persegi milik Sarman (alm) yang diatasnya berdiri Balai Desa Kemiri.

TKD tersebut, rencananya akan dilakukan eksekusi oleh juru sita PN Sidoarjo Rabu (16/12/2020) besok. Eksekusi dilakukan meneruskan putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah dengan sah memutuskan kepemlikan lahan kepada ahli waris dari Sarman (alm) yakni, Sumiati alias Muriyati.

Bahkan kini warga Desa Kemiri sudah melakukan pemblokiran di berbagai penjuru desa. Warga juga memasang spanduk penolakan eksekusi kali ketiga tersebut.

Eksekusi pernah dilakukan pada tahun 2009 dan 2013, namun gagal karena ditentang warga. Warga Kemiri tumplek blek keluar rumah menentang dengan menduduki Balai Desa Kemiri.

Warga Kemiri juga menghadang semua titik jalur akses masuk desa, sehingga juru sita terhalangi ke obyek yang akan dieksekusi.

“Ini murni spontanitas dari warga Kemiri dalam upayanya mempertahankan aset  kantor desa terkait rencana eksekusi yang akan dilakukan PN Sidoarjo besok,” kata H. Mursidi salah satu tokoh masyarakat asal RT 4 RW 02 Desa Kemiri Selasa (15/12/2020).

H Mursidi berharap pihak terkait dalam hal ini BPN, PN Sidoarjo, penggugat maupun Pemdes Kemiri dan warga Kemiri harus duduk semeja untuk membahas permasalahan ini. “Dengan begitu ada keputusan yang bijaksana dan tidak ada lagi pihak yang bersengketa,” pinta Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo itu.

Sementara, Kades Kemiri Novi Ariwibowo mengatakan, dirinya tidak bisa menghalangi keinginan warga. Warga tidak rela balai desanya dieksusi.

“Warga tidak menolak eksekusi, namun obyek yang dieksekusi harus jelas. Tanah yang akan dieksekusi tidak jelas batas-batasnya,” terangnya.

Novi menjelaskan, obyek tanah yang akan dieksekusi, batas-batasnya, baik dari sisi manapun, itu sama sekali tidak sesuai alias tidak ada. Alamat tersebut tidak ada di Desa Kemiri, dan jangan dipaksakan untuk dilakukan eksekusi.

“Batas tanah yang dieksekusi, termasuk Balai Desa Kemiri, batas sisi arah manapun, tidak seperti yang disebutkan dalam putusan MA,” tambah Novi.

Masih menurut Novi, Balai Desa Kemiri dibangun diatas lahan cuilan milik 25 petani gogol yang sudah ada sejak dulu. “Obyek sita jaminan dalam amar putusan tidak ada di Desa Kemiri. Dan terkesan dipaksakan, ada apa sebenarnya ini,” ungkap dia.

Sesuai Pemberitahuan rencana eksekusi Perk.No.12/Eks/2008/PN.Sda.Jo.No.59/Pdt.G/2000/PN Sidoarjo tertulis batas lahan yang disengketakan dan akan dieksekusi adalah sebelah Utara jalan  batas desa Panji -Kemiri, Sebelah Timur .Tanah sawah Kas Desa, sebelah Selatan Jalan desa Kemiri dan sebelah Barat tanah milik dr Subarno. (isa/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar