Peristiwa

Warga Dayakan Terisolir, Bupati Ipong Minta Segera Dibangun Jembatan

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ipong Muchlissoni meninjau lokasi yang terdampak akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Jurang Sempu Desa Dayakan Kecamatan Badegan Ponorogo. Banjir bandang yang menerjang telah merusak 6 rumah, beruntung kerusakannya tidak parah. Selain itu, air yang yang bercampur material bebatuan dan pohon-pohon itu juga menghanyutkan jembatan. Alhasil ada 75 jiwa yang berada di lingkungan Ogal-agil terisolir.

“Jembatan yang hanyut itu merupakan akses utama warga lingkungan Ogal-agil untuk keluar desa maupun ke kota,” kata Ipong, Jumat (20/3/2020).

Supaya akses bantuan maupun kegiatan ekonomi kembali berjalan, Ipong memerintahkan dinas terkait untuk segera membangun jembatan darurat. Meskipun darurat, Dia kepingin jika bahan jembatan nanti dari kontruksi baja biar kuat.

“Mungkin hanya bisa dilewati oleh sepeda motor saja. Yang penting bisa untuk lalu lintas barang, sehingga ekonomi warga kembali normal,” katanya.

Sedangkan untuk jangka menengah pihaknya akan membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan aman. Sehingga kelak jika terjadi lagi banjir bandang, tidak akan terdampak.

“Sementara ini dibangun jembatan sementara, untuk menengah diusulkan pembangunan jembatan permanen,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, intensitas hujan dengan tingkat tinggi pada Kamis sore (19/3/2020) kemarin mengguyur Desa Dayakan Kecamatan Badegan Ponorogo, menyebabkan banjir bandang. Banjir bandang yang secara tiba-tiba itu sambil membawa material batu dengan ukuran besar dan pepohonan yang disekitar sungai juga ikut hanyut. Bahkan satu unit jembatan yang ada di desa setempat ikut hanyut.

“Tidak ada tanda-tanda awal, tau-tau air dari atas pegunungan turun dengan derasnya sambil membawa material bebatuan dan pohon,” kata Kepala Desa Dayakan Saroni, saat ditemui beritajatim.com.

Meski banjir itu merusak 6 rumah warga, namun kerusakannya tidak parah. Sebagai antisipasi, ada 95 warga yang berada di lokasi sekitar sungai atau di Dusun Jurang Sempu diungsikan di tempat yang lebih aman. Sebab, jika ada banjir susulan dikhawatirkan akan terdampak. Karena tidak menutup kemungkinan berpotensi longsor sehingga membahayakan yang bermukir di sekitar sungai tersebut.

“Setelah banjir terjadi, kami umumkan lewat Toa Masjid untuk warga mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Dengan hanyutnya jembatan desa itu, mengakibatkan akses jalan menuju lingkungan Ogal – Agil di Dusun Jurang Sempu Desa Dayakan terputus. Sehingga ada 26 KK atau sekitar 75 jiwa terisolir.

“Beruntung kejadiannya sore sekitar pukul 17. 00, sehingga warga sudah pulang dari kebun. Kalau terjadi agak siang mungkin bisa mengakibatkan korban jiwa. Sebab peristiwa sangat cepat, tiba-tiba air deras turun dari pegunungan,” katanya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar