Peristiwa

Warga Datangi Balai Desa, Minta Jatah Beras

Gresik (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Kebomas, Kecamatan Kebomas, Gresik, ngeluruk ke balai desa, Selasa (14/04/2020). Kedatangan mereka menanyakan pembagian beras yang tak merata sebagai imbas pandemi Covid-19.

Salah satu warga yang turut mendatangi balai desa. Indrawati (35) mengaku datang ke balai desa menanyakan pembagian beras yang tidak merata.

“Kenapa yang mampu malah diberi. Saya yang pengangguran kok tidak diberi jatah,” katanya dengan nada emosi.

Terkait dengan ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Soegito menuturkan, warga yang ramai-ramai ke balai desa belum paham. Pasalnya, beras sudah didistribusikan sesuai data yang telah terekam.

“Itu masyarakat masih belum paham. Bantuan beras Ini dari corporate system responsibility (CSR) PT Petrokimia Gresik.Yang menerima adalah keluarga yang belum terdaftar di program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT),” tuturnya.

Sementara data yang diterima memang seperti itu, katanya. “Bantuan ini belum program pemerintah daerah terkait covid-19 juga bukan PKH dan BPNT nanti ada pendataan lagi di luar ini. Ini bukan dari APBD dan bukan dari pusat. Ini hanya CSR dari Petrokimia Gresik,” ungkap Tarso.

Mengenai adanya nama warga yang belum masuk bukan kewenangannya. Bukan juga kewenangan dari kelurahan. Pihaknya mengaku kewenangannya hanya membagi.

Nama warga yang tidak terdaftar ini akan masuk dalam daftar penerima bantuan yang saat ini sedang dilakukan pendataan oleh Pemkab Gresik. Siapa saja warga yang berhak mendapat bantuan akibat pandemi Covid-19 ini sampai saat ini masih didata.

“Tidak menutup kemungkinan, yang diluar BPNT, PKH juga diluar ini, Kabupaten Gresik jumlahnya 44.564 orang. Di luar itu masih ada korban dampak covid-19 yang masih direkap datanya,” papar Tarso.

Sebelumnya, warga RT 03 dan RT 04 ngeluruk Balai Desa Kebonas. Mereka mengaku terdampak adanya pandem Covid-19 namun tidak mendapat jatah bantuan.

Setelah diberi pengarahan, warga yang didominasi ibu-ibu akhirnya membubarkan diri dengan tertib. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar