Peristiwa

Warga Cerme Gresik Bubarkan Sendiri Hajatan Pernikahan

Gresik (beritajatim.com) – Sadar melanggar aturan PPKM level 4, Sukarno (50) warga RT 2 RW 1 Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik membubarkan sendiri hajatan resepsi pernikahan yang digelar keluarganya.

Warga Desa Betiting itu, menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan menjadi kunci, agar pandemi Covid-19 bisa terkendali.

Sukarno menggelar resepsi pernikahan di kediamannya yang berada di lingkungan RT 2 RW 1 desa setempat. Adanya informasi itu, terdengar oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Cerme.

Melalui pendekatan persuasif, meminta tuan rumah untuk segera membubarkan acara yang sedang berlangsung. “Dengan berat hati kami minta tolong untuk mengakhiri acara. Di wilayah ini saja, 4 hingga 5 warga menjadi korban akibat positif Covid-19,” ujar Camat Gresik Suyono, Minggu (1/08/2021).

Dia juga menegaskan, bahwa hal tersebut bukan dalam rangka melarang warga melangsungkan pernikahan. Namun, mengantisipasi sebaran virus dari aktivitas berkumpul dan berkerumun. “Hajatannya yang tidak boleh, apalagi sampai menutup jalan. Monggo saling disiplin agar virus ini segera berakhir,” ungkap Suyono.

Kapolsek Cerme AKP Nur Amin pun ikut mendampingi proses pembubaran kegiatan. Dia juga meminta agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. “Kami mohon kesadaran warg supaya pandemi ini benar-benar terkendali. Kami juga berharap masyarakat terus disiplin menegakkan protokol kesehatan,” katanya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar