Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Dibekali Ilmu Enterpreneur

Warga Binaan Lapas Lamongan Ikut Budidaya Ulat Jerman

Lamongan (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur bekerjasama dengan PT. Multi Cahaya Dinarto memberikan bekal enterpreneur bagi warga binaan dengan menggelar pelatihan budidaya ulat Jerman.

Menurut Plt Kepala Lapas Lamongan, Mahrus, bahwa dipilihnya budidaya ulat Jerman dalam program pelatihan ini karena ulat tersebut dinilai memiliki peluang usaha yang bagus dan banyak sekali kegunaannya dalam kehidupan masyarakat.

“Ulat Jerman punya banyak kegunaan, biasanya dibuat untuk bahan kosmetik, pakan ikan, pakan reptil, dan pakan burung kicau. Harganya pun berkisar antara Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Tergantung kondisi pasar. Sehingga peluangnya juga bagus,” ujar Mahrus kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).

Selain warga binaan, lanjut Mahrus, pelatihan yang dilakukan secara virtual menggunakan aplikasi zoom meeting tersebut juga diikuti oleh sejumlah petugas Lapas Kelas IIB Lamongan, seperti Kasi Binadik, Kasubsie Giatja, serta para jajaran lainnya.

Di tahap awal pelatihan ini, Mahrus mengatakan, jika Lapas Lamongan akan mencoba terlebih dahulu untuk mengembangkan 1 paket yang berisi 50 kumbang Jerman.

Pihaknya berharap, nantinya kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung demi produktivitas warga binaan, baik selama warga binaan menjalani masa pidana mereka maupun saat keluar dari Lapas Lamongan.

“Ini merupakan proses awal budidaya. Tahap edukasi ini menjadi kunci utama untuk proses produksi besar nantinya. Terima kasih atas kepedulian dari PT. Multi Cahaya Dinarto Malang karena bersedia untuk membina dan melatih Warga Binaan Lapas Lamongan,” paparnya.

Sementara itu, Jefri selaku Direktur PT. Multi Cahaya Dinarto, yang juga bertindak sebagai pemateri dalam kesempatan ini menyampaikan, agar para peserta pelatihan tak takut untuk terus mencoba dan berusaha mengembangkan apa yang didapat.

Terkait hasil dari pelatihan ini, Jefri menuturkan, bahwa PT. Multi Cahaya Dinarto Malang siap menampung ulat Jerman hasil budidaya peserta, dengan harga yang stabil alias sama dengan standar yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami akan tampung berapapun hasilnya, bahkan sekilo pun kami akan beli dengan harga sama, baik jumlah kecil maupun jumlah besar di seluruh Indonesia” tandasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar