Peristiwa

Warga Bersitegang dengan Brimob Soal Tanah Sengketa, Ini Kata Manager PTPN XII Pancursari

Malang (beritajatim.com) – Beredar video warga bersitegang dengan personel Brimob yang menjaga kebun di area PTPN XII Pancursari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Dalam rekaman video yang terunggah di twiter dan instagram itu, nampak seorang warga dari Serikat Perjuangan Petani Tegalrejo (SPPT) beradu mulut dengan personel Brimob yang membawa senjata laras panjang. Sementara satu orang Brimob, mengambil gambar menggunakan telepon genggam.

Terdengar dalam rekaman itu, warga ngotot jika tanah tersebut adalah hak dirinya untuk menggarap. Warga dalam rekaman juga menyatakan jika tanah sengketa di kawasan Tegalrejo, juga menyeret nama Ketua BPN dan Manager PTPN.

“Saya tunggu, wong saya sudah tersangka. Kalau saya tersangka Manager dan direksi harus diproses. Nggak bisa, wong saya juga sudah lapor Bareskrim, punya tembusan ke Bareskrim,” kata warga dalam rekaman tersebut saat adu mulut dengan petugas Brimob.

Perselisihan tanah antara warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, sudah terjadi cukup lama. Selisih paham hingga kini belum juga menemui titik temu.

Menanggapi video yang menyebar dengan asumsi di media sosial jika Brimob mengintimidasi warga, Manager PTPN XII Pancursari, Kabupaten Malang, Hendro Prasetyo SP membantah jika ada intimidasi dalam rekaman video tersebut.

“Tidak benar kalau petugas kami melakukan intimidasi. Kita tidak pernah mengintimidasi mas. Hanya saja, SPPT (Serikat Perjuangan Petani Tegalrejo-red) tidak membaca putusan sidang secara jelas, mereka menafsirkan sendiri putusan untuk kemenangan mereka,” tegas Hendro, Rabu (4/3/2020) siang.

Menurut Hendro, yang terjadi di lapangan sejauh ini, mereka merasa menang. “Kesulitan dari PTPN XII yakni menjelaskan ke warga awam yang sudah didoktrin oleh oknum warga lainnya,” ungkap Hendro.

Hendro menambahkan, kejadian dalam rekaman tersebut pada hari Sabtu (29/2/2020). “Orang dalam rekaman itu Pak Kusnadi. Itu kejadiannya hari Sabtu. Kita punya rekamannya juga,” pungkas Hendro. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar