Peristiwa

Wali Kota Malang Minta Kadindik Jujur Atas Kasus Bullying Siswa SMP

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata saat melihat kondisi MS korban Bullying. (Humas Polresta Malang Kota)

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Zubaidah untuk menjelaskan secara jujur kasus bullying di SMPN 16 Kota Malang. Dalam kasus ini MS (13) mendapatkan bullying dan kekerasan oleh tujuh rekan sekolahnya hingga jari tengah tangan kanannya terpaksa diamputasi.

“Kami sudah berikan peringatan kepada kepala Diknas. Dia ceroboh dalam membuat pernyataan ke media. Seharusnya dia menganalisa dulu informasi dari sekolah, kemudian baru memberikan statment,” ujar Sutiaji.

Bahkan Sutiaji mengaku sempat terjebak kabar tidak akurat yang diberikan oleh Zubaidah. Sebelumnya, Zubaidah sempat menyatakan bahwa kasus bullying di SMPN 16 Kota Malang sebagai senda gurau antar sesama pelajar. Namun, setelah tujuh siswa diperiksa polisi barulah terkuat bahwa bullying itu terjadi dan bahkan menjurus ke tindakan kekerasan di muka umum.

“Hari ini dipanggil kepala Dinas Pendidikan. Silakan berikan informasi yang sejujurnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Karena sebetulnya kalau infotmasi kemarin ditelan mentah-mentah kami pun sebenarnya terjebak,” kata Sutiaji.

“Karena ketika dapat infotmasi dari sekolah. Tapi naluri saya berbicara, berarti ada yang janggal. Saya memberikan pernyataan pers sebelum saya kroscek ke korban. Setelah ke korban semakin yakin, ada sesuatu yang tidak benar,” imbuh Sutiaji.

Dalam kasus ini, Pemkot Malang mencopot kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari jabatannya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan mendapat sanksi selama enam bulan untuk memperbaiki kinerjanya. Selain itu, Pemkot Malang meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban maupun terduga pelaku.

“Tabirnya lebih terbuka setelah ada pemeriksaan dari kepolisian. Saya meminta kepada pemerintah dinas pendidikan juga ada pendampingan hukum dan dampingan psikologi,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar