Peristiwa

Wali Kota Malang Copot Kasek dan Wakasek Atas Kasus Bullying

Malang(beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji memberi sanksi tegas kepada Kepala SMPN 16 Kota Malang dan Wakil Kepala SMPN 16 Kota Malang berupa pencopotan dari jabatannya. Sanksi ini diberikan menyusul kasus bullying di sekolah itu yang melibatkan tujuh siswa kepada MS (13).

Dampak dari aksi kekerasan itu, MS harus mendapat perawatan di rumah sakit sekira dua pekan. Dia dirawat intensif karena luka lebam dibagian, punggung, kaki, tangan. Bahkan jari tengah tangan sebelah kanannya harus diamputasi oleh tim medis karena sudah tidak berfungsi.

“Kalau untuk internal kami, maka sesunguhnya sudah kami lakukan BAP untuk kepala sekolah dan waka. Karena itu berjenjang. Ada dua yang kami ambil. Selain PP 53 tentang disiplin pegawai negeri juga ada Permendikbud 82 tentang pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Sutiaji, Senin, (10/2/2020).

Sutiaji mengatakan dalam dua peraturan itu ada macam-macam sanksi. Mulai dari ringan, sedang dan berat. Paling berat adalah pemecatan. Sementara untuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah resmi dicopot. Dibebas tugaskan dari sekolah dengan ditarik kembali ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

“Di sana sudah diatur secara khusus ada pelanggaran ringan, ada pelanggaran sedang ada pelanggaran berat. Dan kepala sekolah sudah ditarik, sudah dibebas tugaskan. Termasuk waka. Bagaimana nanti guru agama, juga kami akan lakukan peringatan. Ada yang berat sedang dan ringan. Kalau berat sampai pemecatan. Kami lihat pertimbangan yang berkaitan dengan masalah ini,” papar Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan bahwa sanksi bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah berlaku sejak hari ini. Sementara sanksi untuk guru bimbingan konseling dan guru agama islam masih dalam pembahasan internal Pemerintah Kota Malang.

“Tidak usah menunggu waktu. Sekarang sudah dirarik. Kepala sekolah sudah ditarik begitu juga dengan waka. Tinggal nanti konselor dan guru agama,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar