Peristiwa

Protes Pendirian Tower Kertosari

Wakil Rakyat: Kedua Belah Pihak Harus Jalin Komunikasi

Keberadaan tower telekomunikasi di Kelurahan Kertosari yang diprotes warga setempat. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Protes warga RT 04 RW 03 Kelurahan Kertosari terkait penolakan pendirian tower telekomunikasi di lingkungannya, sampai juga di telinga wakil rakyat. Legislator yang duduk di gedung megah di timur Alon-alon Ponorogo itu menilai perlu adanya komunikasi antara pemilik usaha dengan warga yang protes.

“Untuk mencari permasalahan warga yang menolak pendirian tower, antara pemilik usaha dengan warga perlu dipertemukan biar ada titik temu,” kata Wakil Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Sabtu (18/7/2020).

Meski pemilik usaha sudah melengkapi syarat-syarat pendirian. Namun ketika masih ada warga yang protes, berarti ada faktor lain yang harus diketahui. Dan itu bisa diketahui jika kedua belah pihak duduk bersama.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut pihaknya akan mengkomunikasikan masalah ini dengan komisi C yang membidangi. Warga yang protes ini, apakah terdampak atau tidak, juga harus ditelusuri.

“Aspirasi warga harus didengar dan didiskusikan dengan pemilik usaha. Jadi kita tidak bisa terjebak pada tuntutan dari warga yang protes,” katanya.

Sebab, kata Agus pendirian tower telekomunikasi memang harus memenuhi beberapa syarat dan perizinannya. Sepanjang sudah dipenuhi, pemerintah tidak bisa menolak. Dari kasus di Kelurahan Kertosari ini, syarat maupun perizinan sudah dipenuhi, namun mungkin aspek sosialnya yang belum.

“Kuncinya komunikasi, pemilik usaha dan warga lebih baik membicarakan bagaimana baiknya ke depan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga dari RT 04 RW 03 lingkungan Kertosari Selatan Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo melakukan demo di depan balai kelurahan setempat. Mereka berunjuk rasa tentang penolakan pembangunan tower telekomunikasi di salah satu tanah warga di lingkungan tersebut. Pengunjuk rasa merasa kecolongan saat perizinan tingkat bawah saja belum clear, namun Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) tiba-tiba sudah keluar dan saat ini pembangunan pendirian tower telekomunikasi sedang berlangsung.

“Pada intinya warga dari awal sosialisasi pembangunan tower ini sudah menolak. Sebab tidak ada dampak positif yang diterima warga,” kata Ketua RT 04 RW 03 Lingkungan Kertosari Selatan, Dudin Siswanto. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar