Peristiwa

Wajib 3M, Polrestabes Surabaya Tetap Gelar Operasi Yustisi

Surabaya (beritajatim.com) – Protokol kesehatan menjadi ujung tombak pencegahan penularan virus corona covid-19. Banyak negara maju, berkembang dan miskin kesulitan menghadapi virus.

Hanya saja Indonesia mampu menunjukkan kekuatan akan pentingnya menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker atau istilah lain adalah 3M.

Meski sampai Oktober 2020 masih terdapat angka orang terjangkit dan kematian. Hanya saja Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ‘pagebluk’ virus ini.

Oleh sebab itu, Polri, TNI dan Pemerintah Daerah terus menggenjot warga supaya tetap taat 3M. Melalui Swab Hunter dan operasi yustisi, pemerintah mengharapkan warga juga tetap waspada virus ini.

“Masih selalu melakukan operasi yustisi. Meski angka menurun dan habit masyarakat akan kesehatan makin besar. Kita tak boleh lengah dalam menghadapi virus ini. Maka tetap jaga kesehatan dan 3M plus seperti pesan ibu,” jelas Kepala Bagian Humas AKP Akhyar kepada┬áberitajatim.com, Rabu (4/11/2020).

Tak hanya menyasar warung kopi tempat berkerumun warga. Petugas 3 pilar juga terus meneggakkan Perpres, Perda dan Pergub tentang pandemi virus ini ke pasar, tempat wisata, mall dan juga tempat hiburan.

Menurut catatan petugas, para pemuda masih menduduki peringkat tertinggi pelanggaran prokes. Baik dari cara pemakaian masker, menjaga jarak atau mereka kadang jarang mencuci tangan.

“Kalau membawa masker hampir semua warga di Surabaya membawanya. Memakai maskernya saja yang belum tepat atau sesuai protokol. Jadi itu sasaran kami,” lanjutnya.

Sedangkan sasaran kedua yang gak kalah penting, lanjut AKP Akhyar, petugas menyasar para pengusaha. Menurutnya pengusaha harus tetap menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak aman duduk pengunjung.

“Ada juga yang kehabisan air tapi tak segera diisi ulang. Tapi iu sedikit. Yang penting tetap jaga jarak, pakai masker dan ranjin cuci tangan,” pungkasnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar