Peristiwa

Puncak Acara Milad ke-24 Laznas LMI

Wagub Jatim Hadiri Temu Pelajar Nusantara di Wonosalam

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mengalungkan syal kepada peserta Temu Pelajar Nusantara. [Foto: Yusuf/beritajatim]

Jombang (beritajatim.com) – Sedikitnya 500 anak yatim dan dhuafa dari 22 kabupaten/kota di Jawa Timur berkumpul di WTC (Wonosalam Training Centre) Jombang selama tiga hari, mulai Jumat (27/9/2019) sampai Minggu (29/9/2019). Dalam acara yang dikemas ‘Temu Pelajar Nusantara’ itu mereka mendapatkan berbagai materi, salah satunya tentang kesiapsiagaan bencana sejak dini. Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Listianto Dardak.

Temu pelajar nusantara tersebut merupakan puncak rangkaian program dalam milad ke-24 Laznas Lembaga Managemen Infaq (LMI). “Temu Pelajar Nusantara yang diikuti lebih dari 500 peserta ini, menjadi sarana pelatihan dan persiapan agar anak-anak yatim dan dhuafa dapat memaksimalkan potensinya. Melalui kemah edukatif, mereka diajak bermain, berkenalan dengan alam, dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul untuk Indonesia,” kata Direktur Utama Laznas LMI Agung Wijayanto, Sabtu (28/9/2019).

Agung menjelaskan, pihaknya menggelar rangkaian program dalam milad ke-24 selama September. Pekan pertama dibuka dengan Anak Indonesia Suka Makan Ikan (AISUMAKI) di Palembang, dilanjutkan pembersihan karang gigi anak yatim dan dhuafa (CUKAGI) di Sidoarjo dan Sumenep, kemudian Ekspedisi Lereng Wilis selama dua pekan. Nah, pada pekan terakhir ini digelar Temu Pelajar Nusantara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (27/9) sampai Minggu (29/9) di Wonosalam Training Center, Jombang.

Lebih jauh, Agung menjelaskan, anak-anak perlu diperkenalkan dengan alam, agar sejak dini mereka peduli dengan lingkungan tempatnya tinggal. “Karhutla di Kalimantan dan Sumatera terjadi hampir setiap tahun. Sedangkan di Jawa Timur, bencana longsong, banjir, dan kekeringan kerap terjadi di wilayah yang mengelilingi Gunung Wilis. Hal ini yang mendorong Laznas LMI melangsungkan Ekspedisi Lereng Wilis selama dua pekan, mulai Minggu (15/9) sampai Sabtu (27/9),” sambungnya.

Dia menambahkan, selama ekspedisi, tim melakukan sosialisasi, edukasi terkait mitigasi bencana di sekolah dan lingkungan permukiman warga, penghijauan dan reboisasi, penanganan masalah kebencanaan, serta pemasangan rambu bencana di enam kabupaten yang terletak di lereng Gunung Wilis. Daerah yang menjadi jalur ekspedisi adalah Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, dan berakhir di Kediri.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak (baju putih) saat berpose di atas panggung acara temu pelajar nusantara

Selain Direktur Utama Laznas LMI, acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Listianto Dardak dan Kasubdit pemberdayaan masyarakat BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Pangarso Suryotomo.

Dalam kesempatan itu, Emil Dardak menyampaikan apresiasinya atas program-program yang digulirkan oleh Laznas LMI pada miladnya ke-24. “Sebagai Lazda Jatim yang kemudian menjadi Laz nasional, kami sangat mengapresiasi sekali program-program yang diinisiasi LMI, terutama yang bersinergi dengan kami di bidang pendidikan dan kebencanaan. Sudah seharusnya apa yang dilakukan LMI mendapat dukungan dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” paparnya.

Menurut Emil, anak-anak Indonesia menjadi investasi di masa depan untuk merawat hutan, menjaga ketersediaan air, dan mengantisipasi bencana seperti kekeringan, longsor, dan banjir. “Apa yang dilakukan oleh LMI ini sangat bagus. Karena menanamkan kesiapsiagaan bencana sejak dini memang sangat penting,” kata Emil.

Saat memberikan sambutan, Emil juga meminta sedikitnya lima anak yatim yang masih duduk di bangku TK untuk naik ke atas panggung. Di panggung tersebut Emil melakukan dialog dengan mereka. Wagub Jatim ini menanyakan seputar kesiapsiagaan bencana terhadap anak-anak.

Bahkan salah satu anak diminta menyanyikan lagu yang bertema tentang penyelamatan saat gempabumi. Tak jarang jawaban anak TK yang masih lugu membuat ger-geran seluruh hadirin. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar