Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Wagub Jatim Emil Dardak: Jangan Membatasi Diri Dengan Ijazah

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri wisuda di UNIM Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak para lulusan sarjana untuk dapat menunjukkan kemampuan diri dan kompetensi serta mengembangkan kemandirian dalam bekerja dan berkarya. Para lulusan sarjana diminta untuk tidak membatasi diri dengan ijazah.

Hal ini disampaikan saat sambutan prosesi Wisuda Strata-I Universitas Islam Majapahit (UNIM) Tahun Akademik 2021/2022 di Mojokerto. “Kata kuncinya, jangan gengsi, jangan jadikan lembar ijazah ini sebagai pembatas untuk berkreasi. Karena tidak ada ide yang buruk apalagi ide yang tidak layak untuk seorang lulusan perguruan tinggi,” tegasnya, Kamis (24/3/2022).

Lulusan Doktor Termuda di Ritsumeikan Jepang ini meminta kepada para lulusan sarjana untuk tidak gengsi dalam berkarir yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Emil mengingatkan bahwa perubahan saat ini terjadi sangat pesat di berbagai bidang, menuntut seseorang untuk cepat tanggap terhadap perubahan serta dapat menyesuaikan diri.

 

“Jangan membatasi diri dengan ijazah, jangan merasa terlalu gengsi untuk berbisnis. Perusahaan yang disebut Decacorn seperti Gojek itu dibuat oleh seorang lulusan Harvard, Mas Nadiem Makarim yang sekarang menjadi Menteri. Banyak orang berpikir sekolah di kampus terbaik di dunia namun idenya adalah sistem call center buat ojek, pasti semua bertanya-tanya, tapi per hari ini bisnis itu berkembang luar biasa. Ini patut dijadikan sebuah contoh,” sambungnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri wisuda di UNIM Mojokerto. [Foto : ist]
Wagub menegaskan, jika semua pekerjaan itu mulia dan baik. Suami dari Arumi Bachsin ini mencontohkan buruh yang bekerja di pabrik pun sekarang juga sudah beradaptasi dengan teknologi 4.0. Karena tuntutan kompetensinya juga semakin meningkat. Emil (sapaan akrab, red) mengajak orang tua para wisudawan/i untuk selalu memberi dukungan moril sebagai motivasi dalam menghadapi dunia pekerjaan yang semakin kompetitif.

“Disini hadir orang tuanya. Ekspektasi anak saya mesti ngapain? Apalagi di tahun tahun awal dimana mereka merintis karirnya, mereka perlu dukungan moril karena dunia sedang dalam perubahan. Insya Allah mudah-mudahan dengan doa dan ikhtiar lulusan sarjana UNIM akan diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam berkiprah di tengah masyarakat pasca kelulusan ini,” pungkasnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar