Peristiwa

Wagub Emil: Teknologi Digital, Dekatkan Masyarakat Peroleh Layanan Kesehatan

Surabaya (beritajatim.com) – Teknologi digital memberikan manfaat sangat banyak bagi masyarakat di era saat ini, khususnya saat pandemi covid-19. Dengan adanya teknologi digital, masyarakat akan lebih mudah memperoleh layanan kesehatan.

“Saya rasa yang menjadi menarik sekarang pelayanan kesehatan ini dengan adanya digital orang bisa menikmati sektor privat tanpa terbelenggu oleh jarak, karena sekarang bisa diakses secara remote, ” ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak saat memberikan paparan pada Webinar “We The Health” yang diadakan oleh perusahaan kesehatan Jovee and Lifepack, Sabtu (27/6/20).

Emil sapaan akrabnya menyampaikan bahwa sektor kesehatan merupakan pelayanan publik yang perlu keterlibatan sektor privat. Perlu adanya competitive drive bagi sektor privat untuk berinovasi. “Jadi jangan sampai kemudian layanan kesehatan hanya diberikan kepada beberapa pihak atau biasa kita sebut monopolistik power, “ujarnya.

Menurut Emil, kerja sama antara sektor publik dengan sektor privat khususnya sektor kesehatan sudah diatur oleh undang-undang. Adanya undang undang ini sangat penting.
Emil menekankan bahwa disatu sisi, menjadi penting sekali adanya sebuah regulasi yang mendasari.

Pelayanan keseharan dari kepala daerah dinilai dari berapa rumah sakit yang sudah dibangun. Hal ini dikarenakan keberadaan rumah sakit pemerintah menjadi wujud bentuk kehadiran negara. “Padahal didalam perpres 38 tahun 2015 sebenarnya sektor sektor kesehatan itu bisa bekerja sama dengan sektor privat. Menurut saya definisi ini sebenarnya harus dieskpansi ke digital juga,” lanjut Emil.

Dia percaya bahwa pemerintah tidak seharusnya menggeser sektor privat. Sehingga menyebabkan hilangngya inovasi di bidang kesehatan. “Dengan posisi seperti ini maka yang penting adalah harus ada suatu sistem dalam membangun competitive drive. Apabila tidak ada dampaknya masyarakat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Inilah yang saya sering sebut crowding out. Jangan sampai paritisipasi pemerintah men-crowding out inovasi sektor privat,” lanjut Emil.

Pada kesempatan tersebut, suami Arumi Bachsin ini juga ingin mengubah paradigma PPP (Public Private Partnership) yang bukan hanya swasta masuk ke pemerintah. Tetapi juga sebaliknya.

Saat ini ada ruang untuk PPP dengan fasilitas kesehatan pemerintah, tinggal bagaimana adaptasinya dengan inovasi sektor privat. Misalnya, ada rumah sakit swasta dimana memiliki layanan yang cukup banyak.

Tapi dalam prakteknya masih memiliki kekurangan layanan daripada kita bangun rumah sakit baru mulai dari nol, kenapa gak pemerintah mensupport rumah sakit swasta dengan investment dari pemerintah. “Nah, itu akan jauh lebih efisien daripada pemerintah paradigmanya selalu membangun baru. Nah ini menrurut saya, harus kita cermati betul,” tutup Emil.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar