Peristiwa

Wabup Situbondo Tak Bisa Tahan Haru Mengenang Bupati Dadang

Situbondo (beritajatim.com) – Wakil Bupati Yoyok Mulyadi tak bisa menahan haru, saat diminta bercerita soal kenangannya terhadap almarhum Bupati Dadang Wigiarto. Dadang meninggal karena Covid-19, di Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/11/2020) sore.

“Selama saya mendampingi beliau, beliau orang yang sangat baik,” kata Yoyok kepada beritajatim.com. Kata-katanya terputus, suaranya serak. “Maaf, saya ini, bagaimana ya,”

Yoyok merasa telah dibimbing Dadang selama menjadi birokrat dan wakil bupati. “Selama bersama beliau, tak pernah terucap satu pun kalimat yang bisa menyinggung.” Suaranya tersendat kembali.

“Jadi selama empat tahun ini, saya bersama beliau akur terus. Beliau sangat bagus, punya ide-ide sangat besar, ide-idenya terhadap pemerintah juga sangat besar. Saya merasa sangat kehilangan. Tapi tentu semua kembali kepada Allah SWT. Umur manusia tidak ada yang tahu. Hanya Allah yang tahu,” kata Yoyok.

Yoyok menganggap Dadang tak ubahnya guru yang memiliki kehidupan sederhana. “Meskipun banyak orang kadang mencaci beliau. Tapi beliau masih mengayomi semuanya sebagai pemimpin,” katanya.

Yoyok sempat menjenguk Dadang pada pukul 12 siang. Protokol Covid tak memungkinkannya bertemu dengan bebas di ruang isolasi. Sepulang dari sana, Yoyok berziarah ke makam ibundanya, dan mendapat kabar bahwa Dadang meninggal pada pukul 16.31 WIB.

“Pesan beliau yang paling berkesan adalah: ingatlah pada guru. Jangan sampai melawan guru. Itu pesan yang saya pegang terus sampai sekarang,” kata Yoyok. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar