Peristiwa

Wabup Pamekasan Meninggal Dunia Bukan Karena Covid-19

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menayatakan Wakil Bupati Raja’e meninggal dunia bukan karena Coronavirus Disiase 2019, tetapi karena penyakit lain yang diderita khususnya selama menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Sekalipun beberapa hari sebelumnya, hasil swab test Wabup Raja’e oleh pihak RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, dinyatakan positif Covid-19. Namun setelah menjalani perawatan, akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Pak Wabup (Raja’e) meninggal dunia bukan karena terjangkit Covid-19, melainkan meninggal dunia karena penyakit lain, sebab Covid-nya sudah sembuh,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Kamis (31/12/2020).

Selain itu pihaknya juga menyampaikan bela sungkawa mendalam, sekaligus berharap yang terbaik bagi sahabat karib seperjuangan. “Kami atas nama pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten Pamekasan, menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya untuk saudara seperjuangan,” ungkapnya.

“Kami bersaksi bahwa almarhum merupakan sosok yang baik dan penuh semangat, semoga segala amal perbuatan, perjuangan dan pengabdian beliau diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabatan dan ketabahan,” harapnya.

Untuk diketahui, Wakil Bupati Raja’e dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14:30 WIB di RSUD dr Soetomo Surabaya, almarhum sempat menjalani perawatan intensif karena kondisinya sangat kritis akibat sesak nafas. Ia dirawat di Surabaya sejak 15 Desember 2020 lalu.

Kondisi Wabup Raja’e sempat drop akibat tingginya intensitas tugas yang dijalani, khususnya dalam dua bulan terakhir. Termasuk kegiatan Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) XI Lemhanas RI di Jakarta, terhitung sejak 28 September hingga 7 Desember 2020 lalu. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar