Peristiwa

Viral Video Mesum di Lampu Merah, Diduga lokasi di Kenjeran dan Pelaku Sedang Mabuk

Gambar tangkap layar muda-mudi yang diduga mesum saat berada di lampu merah Kenjeran, Surabaya, Minggu (13/12/2020).(Tangkap layar/Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah video sejoli diduga melakukan perbuatan cabul saat berboncengan motor di jalanan Surabaya beredar luas di Facebook. Video yang diketahui berada di perempatan jalan Kenjeran, Surabaya itu, terekam pengendara di dalam mobil, Minggu (13/12/2020).

Video berdurasi 30 detik itu menampilkan penumpang pria berboncengan dengan perempuan bermasker menggunakan motor merah. Lelaki yang duduk di belakang menunjukkan aktivitas mencium leher dan telinga perempuan hingga bersandar di punggungnya. Tampak tangan lelaki melingkar memeluk perempuan dengan tertutup jaket coklat. Meski sedang berhenti saat lampu merah, keduanya yang tak mengenakan helm ini pun cuek meski dilihat banyak orang.

Dilihat dari bangunan yang ada disekitar lokasi, diduga kuat aksi tak senonoh tersebut terjadi di perempatan Jalan Kenjeran Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya. Hal itu terlihat dari kubah Masjid Al Ishlah yang tampak dalam video. Dalam video itu juga terdengar suara perekam dengan logat Madura yang menyebut jika si pria memegang bagian vital tubuh perempuan.

Lalu perekam menduga, jika laki-lakinya sedang dibawah pengaruh alkohol alias mabuk. Menggunakan bahasa daerah Medura, suara dalam rekaman juga terdengar jika diduga keduanya habis berhubungan badan. “Paleng nganggui nak kanank jah to, beni mendem tok juah, apos pos (Mungkin habis pakai narkoba orang itu, nggak hanya mabuk saja itu. Main sosor saja),” cetusnya dalam suara rekaman video.

Meski berada di perempatan Kenjeran, wilayah hukum daerah tersebut masuk Polrestabes Surabaya. Sehingga Polrestabes Surabaya pun turut turun tangan menyelidiki dugaan kasus pencabulan dan penyebaran konten porno di sosial media. Sehingga, kuat dugaan baik kedua sejoli mesum maupun perekam dan penyebar video diduga bisa menjadi pelaku. “Kita selidiki dan kita harapkan nanti bisa mendapatkan unsur kriminalnya. Kita mulai perintahkan untuk lidik,” jelas AKP Oki Ahandian kepada beritajatim.com, Senin (14/12/2020).(man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar