Peristiwa

Viral Video Innova Halangi Ambulance Bawa Korban Kecelakaan di Mojokerto

Tangkapan layar

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah video memperlihatkan mobil Innova nopol L 1597 RX yang diduga menghalangi laju sebuah mobil ambulance yang membawa pasien saat mengalami kecelakaan di jalur Sendi, Kecamatan Pacet, Mojokerto viral di media sosial (medsos) sejak Minggu (18/10/2020) sore.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sekira pukul 12.30 WIB. Saat itu, ambulance membawa dua korban kecelakaan asal Kabupaten Jombang yang akan dievakuasi ke UGD Rumah Sakit Sumber Glagah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Saat hendak menyalip kendaraan Innova, sopir mobil ambulance memberikan signal agar menepi dengan membunyikan klakson. Namun, mobil Innova warna hitam tersebut justru terlihat menutupi jalan sehingga mobil ambulance tidak dapat lewat. Salah satu relawan mengambil video saat mobil ambulance membunyikan klakson.

Video dengan durasi 37 detik tersebut langsung viral usai diunggah di medsos pada, Minggu sore. Ambulance tersebut diketahui dikendarai oleh seorang relawan Mojokerto, Suyit. Saat dihubungi beritajatim.com, ia membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar, itu kejadiannya Minggu kemarin sekitar pukul 12.30 WIB. Kami saat itu, mengevakuasi pasangan suami-istri asal Jombang karena mengalami rem blong di jalur Sendi, kami panik karena pada saat itu korban tidak sadarkan diri dan mengalami patah tulang,” ungkapnya, Selasa (20/10/2020).

Masih kata Suyit, laju mobil ambulance dikendarai dihalangi mobil Innova mulai dari depan Puskesmas Pacet atau sekitar 2 kilometer mengarah ke RS Sumber Glagah. Ia pun meminta relawan lainnya untuk mengambil video, hingga akhirnya ia memaksakan laju kendaraannya agar bisa mendapatkan jalan untuk segera ke RS Sumber Glagah.

“Akhirnya terpaksa adu balap, di bel-bel (klakson, red) namun mobil di depan itu tidak mau minggir. Ada sela sedikit, saya mencari jalan sendiri untuk bisa lolos. Sebab korban perempuan korban kecelakaan itu tak sadarkan diri dan akan kita bawa ke RS Sumber Glagah. Semoga ini tidak terulang karena kita bawa korban yang harus segera ditolong,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPBI-NU Mojokerto, Saiful Anam menyayangkan adanya kejadian tersebut. “Apalagi, saat kejadian mobil ambulance membawa korban yang harus segera ditolong. Tapi beruntung akhirnya mobil ambulance ini bisa mendahului dan bisa sampai membawa korban kecelakaan ke RS dengan selamat,” terangnya.

Masih kata Anam, memprioritaskan mobil ambulance saat di jalan diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. Terlebih, saat mobil ambulance membawa pasien atau korban kecelakaan dan sebagainya sehingga pengguna jalan lainnya wajib memberikan jalan untuk mobil ambulance.

“Dalam UU ambulance membawa korban laka (kecelakaan, red) atau apapun yang rotatornya menyalah dan berbunyi, harus diprioritaskan. Ini ada di UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. Di Pasal 134 sudah diatur mengenai pengguna jalan yang memperoleh hak utama,” jelasnya.

Dalam pasal tersebut dijelaskan, pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai urutan. Pertama, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas. Kedua, ambulance yang mengangkut orang sakit. Ketiga, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas dan kendaraan pimpinan lembaga negara serta tamu negara. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar