Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Viral Pemuda Panjat Tugu Hargo Dumilah Gunung Lawu Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Aksi seorang pemuda yang kibarkan Bendera Merah Putih di atas tugu puncak Hargo Dumilah Lawu jadi perhatian netizen. Bahkan, unggahan tersebut ramai direpost oleh para pencinta alam yang menyayangkan aksi tersebut.

Adalah rizque_art sang pemilik akun. Dia mengunggah video dan foto yang menunjukkan aksinya saat mencoba naik ke tugu penanda Puncak Lawu itu, berikut dengan membawa Garuda Pancasila yang dia taruh di bawah dan dia berdiri dan mengibarkan bendera.

‘’Endonesia dengan masalah baru.. PPKM tak kunjung usai..,’’ tulis pemilik akun rizque_art di postingannya instagram pada 18 Juli 2021.

Unggahan tersebut sudah mendapat puluhan likes berikut dengan 83 komentar yang mayoritas menyayangkan aksinya. Baik memanjat properti yang disediakan Perhutani itu, sekaligus menaruh Garuda Pancasila sejajar kaki sembari dia berdiri.

Sebagian warganet tampak menyebut akun @anakgununglawu yang jadi paguyuban pengakomodir para pendaki. Berikut akun – akun lain yang berkaitan dengab kegiatan pencinta alam khususnya pendakian. Salah satu akun yakni @exploregunung_ menyayangkan aksi pemilik akun @rizque_art.

‘’Ada komentar ??? Aksi dari pendaki ini cukup membuat geleng2 kepala dan tidak patut untuk dicontoh, aksi nekatnya dengan memanjat tugu puncak lawu dan dengan bangganya mengibarkan bendera merah putih di atas tugu puncak lawu.Belum lagi dilihat di beranda instagram nya tugu puncak triangulasi gunung merbabu yang tidak begitu kokoh tak luput dari aksi nekatnya memanjat tugu triangulasi puncak gunung merbabu. Perbuatan ini tidak patut untuk dicontoh, selain bisa membahayakan diri aksi nekat ini juga bisa merusak aset negara yang telah disediakan oleh perhutani 🙏🏻🙏🏻,’’ tulis akun @exploregunung berikut menyebut beberapa tagar.

Terpisah, Asisten Perhutani KPH Lawu Selatan, Puguh Yudhi Prasetyawan menyebut aksi tersebut sangat disayangkan. Dia mengungkapkan meski diposting sekitar tiga hari lalu, dia menduga kalau foto itu diambil sebelum PPKM.

‘’Sejak PPKM Darurat diberlakukan sampai sekarang Jalur Pendakian Cemoro Sewu dan Singolangu ditutup. Tentu tindakan itu tidak boleh dicontoh. Kami harap setelah dibuka pendaki tak melakukan hal serupa,’’ terang Puguh. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar