Peristiwa

Viral Pasangan Pengantin di Gresik Terjang Banjir 

Gresik (beritajatim.com) РMeluapnya Kali Lamong yang menerjang dua Kecamatan di Gresik. Yakni, Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang tidak menyurutkan dua pasangan pengantin tetap melangsungkan akad pernikahan.

Di dalam video yang viral tersebut, pasangan pengantin bernama Dedy Kurniawan (34) asal Simo Kalangan 29-K Surabaya, dan calon istrinya Desi Yuni Astitutik (25) warga asal Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik tetap menerjang banjir meski Kali Lamong meluap.

Kedua pasangan pengantin baru itu, semula akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Benjeng yang berjarak 2 kilometer dari rumahnya. Mereka berjalan menyusuri jalan yang tergenang banjir setinggi 1,5 meter.

Dedy menuturkan, semula dia berangkat dari rumah calon istrinya pukul 06.30. Namun, karena kondisi banjir sudah tinggi maka diputuskan untuk menggunakan kendaraan roda dua alias sepeda motor.

“Ternyata pada waktu mendekati kantor KUA ketinggian air diatas lutut. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saya dan istri memutuskan berjalan kaki saja,” tuturnya, Senin (28/12/2020).

Beredarnya video kedua pasangan tersebut. Sontak mengundang perhatian banyak warga. Tidak heran jika saat melintas warga yang berpapasan mengabadikan kedua pasangan pengantin tersebut.

“Alhamdulillah proses akad dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar. Hal ini menjadi kenangan sendiri buat saya dan istri pernah melewati luapan banjir Kali Lamong dengan busana pernikahan,” ujar Deddy.

Sementara itu, di tempat terpisah. Slamet (46) warga Pucung Benjeng menyebut, banjir kali ini merendam desa ngampel, Tanahlandean, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karangsemanding Banjaragung, dan Pucung.

“Perkampungan, sawah terendam banjir. Ini lebih besar dibanding banjir beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Di Desa wotansari ketinggian air diperkirakan mencapai 50 sentimeter. Warga desa Wotansari, dan Banjaragung yang berada di bantaran kali lamong, kompak membuat dapur umum.

Kepala Desa Wotansari, Hariyono menyebut jalan desa terputus dan tidak bisa dilalui warga.

“Jalan poros desa terputus, karena banjir lebih besar,” terang Hariyono.

Dibagian yang lain, Kades Banjaragung, Harginto mengatakan hampir seluruh rumah warga di dusun Banjaragung terendam banjir.

“Kita langsung bangun dapur umum, kasihan warga terdampak banjir tidak bisa memasak,” katanya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar