Peristiwa

Viral, Pak Haji Salto ke Sungai Gegara Lahan Tembakau Kebanjiran

Haji Istat sedang salto ke sungai usai melihat lahan tembakau miliknya kebanjiran, Senin (28/6/2021). Foto/tangkapan layar

Jombang (beritajatim.com) – Video berisi seorang pria melakukan salto hingga tiga kali ke sungai menyebar secara berantai melalui media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria bertopi merah berdiri di pematang sawah tepi sungai.

Dia kemudian berbalik badan dan jungkir balik masuk sungai. Aksi tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. Dalam video viral itu pengambil gambar mengungkapkan bahwa lahan tembakau milik pak haji kebanjiran. Dalam video memang terlihat lahan tembakau di tepi sungai tersebut basah kuyub oleh genanagan air.

 

Nah, sejak dua hari terakhir ini video pak haji salto menghiasi media sosial. Menyebar secara berantai dari grup FB (facebook) juga WAG (WhatsApp Grup). Aksi pak haji benar-benar menyita perhatian warganet.

Belakangan diketahui bahwa aksi tersebut dilakukan di area persawahan Desa Bendungan, Kecamatan Kudu, Jombang, Jawa Timur. Pria yang melakukan salto tersebut bernama Haji Istat (48). “Iya benar, yang beredar mulai kemarin itu video saya. Sedangkan yang mengambil gambar teman-teman. Lokasinya di lahan tembakau milik saya,” kata Istat ketika dikonfirmasi terkait video tersebut, Selasa (29/6/2021).

Aksi tersebut, menurut Istat, dilakukan secara spontan. Yakni setelah melihat lahan tembakau satu hektar yang ia tanam kebanjiran. Istat kaget. Rasa kecewa tentu juga ada. Karena akibat tembakau kebanjiran, petani asal Desa Bendungan ini mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

Kini genanagan air di lahan tersebut berangsur surut. Namun demikian, tembakau yang sudah berumur 55 hari itu mulai layu. Akar tanaman tersebut membusuk. “Dari lahan satu hektar, kerugian yang saya alami kisaran Rp 20 juta,” kata Haji Istat ketika ditemui di lahan miliknya.

Banjirnya lahan itu bermula ketika hujan deras mengguyur Jombang pada Minggu (27/6/2021) malam hingga diri hari. Akibatnya, sungai yang melintasi area persawahan meluap. Air bah masuk lahan pertanian.

Bukan hanya di Kecamatan Kudu, hal serupa juga terjadi di Kecamatan Ploso dan Kabuh. Kecamatan-kecamatan tersebut berada di wilayah utara Sungai Brantas Jombang dan dikenal sebagai sentra penghasil tembakau. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar