Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Viral Keluhan Pengunjung Terkait Tiket Air Panas Pacet Mojokerto, Ini Kata Pemkab

Wana Wisata Air Panas Padusan Pacet.

Mojokerto (beritajatim.com) – Melalui media sosial (medsos) Facebook (FB), tiket Wana Wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto kembali dikeluhkan pengunjung. Beberapa akun mengomentari tiket Wana Wisata Air Panas Padusan Pacet memang mahal.

Petugas terkadang tidak diberikan karcis saat masuk wisata kolam air panas tersebut. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

“Wana Wisata Air Panas Padusan merupakan wisata kerjasama Pemkab Mojokerto dengan pihak Perhutani yang dituangkan dalam Kesepakatan Bersama tentang Sinergitas Dalam pemanfaatan Hutan. Kesepakatan Bersama ini bersifat Non Ekslusif,” ungkapnya, Jumat (6/5/2022).

Dengan adanya Kesepakatan Bersama tersebut, lanjut Ardy, tidak lantas membatasai dan atau melarang masing-masing pihak untuk melakukan kerjasama dengan pihak lain. Sehingga pihak Perhutani tidak hanya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam pengembangan wisata.

Dalam pengelolaannya, masih kata Ardy, Kerjasama dengan Pemkab Mojokerto hanya pada pengelolaan tiket masuk, parkir masuk dan tiket masuk kolam air panas. Lebih lanjut Ardy merinci, di hari biasa pengunjung dikenakan Rp13.000 dan saat weekend sebesar Rp15.000 ditambah Rp500 untuk asuransi, sedangkan parkir sepeda motor Rp2 ribu dan mobil Rp3 ribu.

“Untuk tiket masuk kolam panas sebesar Rp10 ribu. Sehingga dengan demikian apabila pengunjung masuk ke lokasi Wana Wisata hanya akan dikenakan biaya Rp15.500 saat weekend dan Rp13 ribu saat weekday. Dan apabila ingin mandi air panas, baru ada tambahan tiket masuk Rp10 ribu. Di dalam lokasi Wana Wisata tersebut banyak juga wahana-wahana lain,” ujarnya.

Wana Wisata Air Panas Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]
Namun wahana-wahana tersebut dikelola oleh pihak-pihak lain yang bekerjasama juga dengan Perhutani. Sehingga pengunjung yang ingin masuk wahana tersebut akan dikenai biaya tiket lagi namun hasil penjualan tiket tidak masuk Pemkab Mojokerto. Karena wahana tersebut bukan hasil kerjasama Pemkab Mojokerto.

“Sehingga, Pemkab Mojokerto bukan merupakan satu-satunya pihak yang bekerjasama dengan Perhutani dalam pengelolaan Wana Wisata Air Panas Padusan. Perhutani yang merupakan BUMN bisa menggandeng siapa saja atau pihak lain dalam pengelolaan sumber daya hutan. Pemkab dalam hal ini, tidak bisa melarang Perhutani untuk menggandeng pihak lain dalam pengembangannya,” urainya.

Ardy kembali menegaskan, kerjasama Pemkab Mojokerto dengan Perhutani hanya pada tiket masuk, parkir masuk dan tiket kolam air panas. Dari kerjasama tersebut, lanjut Ardy, Pemkab Mojokerto mendapatkan pembagian yakni sebesar 40 persen dan 60 persen untuk Perhutani. Pasca viralnya keluhan pengunjung di medsos tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Perhutani.

Sebelumnya, tiket wisata Wana Wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto kembali dikeluhkan pengunjung. Keluhan pengunjung tersebut diluapkan media sosial (medsos) Facebook (FB) pada, Rabu (4/5/2022).

Dalam postingan yang diunggah oleh akun FB Muhammad Reno di Group FB INFO LANTAS MOJOKERTO pada, Rabu (4/52022), pemilik akun mempertanyakan hasil sidak Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Al Barra beberapa waktu lalu. Ini lantaran tiket masuk wisata yang dikelola Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Perum Perhutani Jawa Timur masih mahal.

Mereka mengeluhkan penarikan pembayaran yang terlalu banyak. Mulai di pintu gerbang kawasan Wana Wisata Air Panas Padusan ditarik Rp15 ribu per orang, parkir mobil Rp20 ribu, dan belum termasuk tiket masuk tempat wisatanya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar