Peristiwa

Viral di Medsos Tolak Mengungsi, Pengasuh Pondok: Aparat Membentak-bentak

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Barokah Al Hidayah di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Ustad Nurcholis (kiri, baju putih)

Lumajang (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Barokah Al Hidayah di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Ustad Nurcholis mengaku bersedia dievakuasi menuju posko pengungsian apabila Semeru erupsi.

Hal itu disampaikan Nurcholis saat bertemu sejumlah tokoh agama Islam di Pronojiwo, Selasa (6/12/2022) pagi di lingkungan Pondok.

“Siapa yang tidak bersedia, ya bersedia lah kalau Semeru erupsi pasti mengungsi. Masak iya saya mau disini terus. Hanya saja petugas saat mendatangi Pondok, membentak bentak dan menyeret santri saya. Itu yang membuat kami kurang berkenan,” ungkap Nurcholis.

Nurcholis menjelaskan, kejadian sebenarnya tidak seperti di video yang viral itu. “Saya nggak menolak dievakuasi. Kejadian sebenarnya ketika itu saya sedang solat hajat, lalu wiridan. Kok diluar terdengar ramai ramai. Mendengar itu saya keluar, terkejut dan kaget. Saya lihat kok banyak petugas, ada Polisi satu, tentaranya dua, dan relawan tiga orang waktu itu. Kok bentak bentak santri saya, menyeret-nyeret seperti pencuri,” tuturnya.

Nurcholis melanjutkan, ia lalu memberitahu agar petugas tidak berlaku sewenang-wenang. “Saya bilang Pak jangan seperti itu nyuruhnya. Ini negara hukum, kalau memang mau menolong bukan seperti ini caranya. Mari kita baik-baik, tetap saja mereka bilang mari ikut. Mari ikut sambil tangan santri saya ditarik-tarik,” tegas Nurcholis.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Barokah Al Hidayah di Dusun Sumbersari Umbulan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Ustad Nurcholis

Ia melanjutkan, menolong orang kan bisa dilakukan dengan cara baik-baik. “Disini kan Pondok, ada pengasuhnya. Duduk dulu lah kita bicarakan baik-baik. Ya kita pasti mau lah dievakusi, tidak mungkin nggak mau. Tapi kalau caranya dengan teriak teriak, narik-narik santri saya untuk pindah itu yang saya tidak suka,” ujarnya.

Nurcholis menambahkan, intinya jika Semeru erupsi ia pasti bersedia pindah atau dievakuasi. “Bukanya saya menolak pindah, saya sudah menyiapkan mobil pikep mas untuk evakuasi kalau terjadi apa-apa nanti. Karena pada saat Semeru Erupsi kemarin disini itu kondusif, tidak terjadi apa-apa. Sampai sekarang pun tidak ada masalah, santri masih di pondok tidak masalah. Dan diwaktu itu petugas bilang ke saya, saya harus bertanggung jawab. Ya pasti saya bertanggung jawab pada santri saya, karena saya dapat amanat dari wali santri saya,” bebernya.

Nurcholis menuturkan, pihaknya pasti akan mengungsi jika erupsi Semeru membahayakan pondok. “Kalau santri saya ngungsi, saya juga pasti akan ngungsi. Karena saya takut kalau santri saya ada apa-apa di jalan. Jadi bukan saya menolak mengungsi, bahkan kami sudah siapkan mobil pikep untuk mengungsi,” pungkas Nurcholis. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar