Peristiwa

Viral, Artis Ratna Antika Terperosok di Jembatan Ambruk saat Diajak Selfi Warga

Tuban (beritajatim.com) – Ambruknya jembatan kecil untuk penyeberangan sungai yang berada di Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban sempat menjadi viral di berbagai media sosial khususnya facebook dan menjadi perbincangan warga selama beberapa hari terakhir ini.

Pasalnya, dalam peristiwa itu, jembatan tidak kuat menahan beban saat puluhan warga berfoto selfi bersama artis dangdut Ratna Antika. Apesnya, dalam kejadian itu Ratna Antika, artis kondangnya Jawa Timur itu ikut jatuh ke sungai, saat jembatan ambruk.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, ambruknya jembatan yang menjadi jalan alternatif penghubung rumah warga dengan jalan raya itu terjadi pada Senin (5/8/2019). Kebetulan di desa tersebut terdapat seorang warga yang mengadakan hajatan pernikahan dengan hiburan orkes dangdut dan bintang tamu Ratna Antika.

“Kemarin itu ada orkes dangdut di sini dan jembatan ini memang banyak dipadati warga,” terang Midun, salah satu warga Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Tuban, Kamis (8/8/2019).

Warga melakukan perbaikan jembatan kampung Desa Talangkembar, Kecamatan Montong yang ambruk

Selain melihat penampilan Ratna Antika, warga yang ngefans dengan penyanyi orkes melayu itu juga menunggu kembalinya artis itu yang jalan kaki lewat jembatan tersebut. Sehingga ketika Ratna Antika akan kembali dan melewati jembatan itu langsung menjadi rebutan warga untuk diajak selfi atau swafoto.

“Mungkin jembatannya tidak kuat saat banyak orang yang d atasnya, pas itu banyak yang foto selfi sama Ratna Antika. Kemudian jembatannya ambruk,” tambah warga lainnya.

Kejadian itu membuat puluhan warga, termasuk para ibu-ibu dan juga artis dangdut Ratna Antika ikut jatuh terperosok di dasar sungai. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang serius dalam kejadian ambruknya jembatan kampung itu.

Setelah tragedi itu, jembatan yang dibangun dari swadaya masyarakat dengan panjang 22 meter itu kemudianĀ  dilakukan perbaikan darurat. Pasalnya, selama ini jembatan itu digunakan oleh anak-anak kampungĀ  untuk berangkat dan pulang sekolah supaya tidak memutar terlalu jauh.

“Pada kejadian itu tidak ada korban, warga setempat melakukan perbaikan jembatan sementara dengan bambu agar tetap bisa dilewati anak-anak sekolah. Bila perlu ada perubahan APBDes (untuk pembangunan jembatan) mengingat jembatan itu merupakan akses darurat sebagai jalan alternatif,” jelas Suwoto, Camat Montong. [mut/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar