Peristiwa

Video Pasien Dimintai Uang Rp 3 Juta untuk Pemulasaran Jenazah Viral

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah video pemungutan biaya pemulasaran jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto viral di media sosial Facebook (medsos FB).

Dalam video yang diunggah akun FB Evin Prasetya pada, Kamis (21/5/2020) sekira pukul 23.24 WIB tersebut, keluarga pasien diminta biaya sebesar Rp 3 juta.

Video dengan durasi 10 menit, 4 detik tersebut pemilik akun juga memberikan keterangan bertuliskan ‘Keluarga pasien PDP Covid19 dimintai 3 juta oleh petugas kamar jenazah di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto sebagai biaya pemulasaraan jenazah pasien. kalo tidak ada uang jenazah tidak akan bisa di makamkan#Pungli’.

Akun FB lain Koko Hadi Siswanto juga merepost video tersebut ke salah satu group FB. Bahkan akun Fb Vrizcha Irawa merepost ulang dan memberikan caption ‘PDP covid-19 meninggal dunia, keluarga dibebani biaya pemulasaraan 3jt rupiah. Hanya karena beda warga kabupaten dan kotamadya’.

Dihubungi beritajatim.com, Evin Prasetya merupakan menantu dari PDP berinisial JKH (60) yang meninggal pada, Selasa (19/5/2020) lalu. Warga Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dimintai biaya pemulasaran jenazah sebesar Rp3 juta. Kejadian terjadi di loket dan perawat di ruang isolasi RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

“Iya itu mertua saya. Kita waktu itu di rumah dihubungi pihak rumah sakit karena tidak boleh ditungguin kalau di ruang isolasi. Meninggalnya sekitar pukul 17.30 WIB sebelum magrib. Saya ke sana, ke ruang isolasi, kayak ada loket, ada ruang perawat. Sama perawatnya suruh menghubungi penanggungjawab pemulasaran jenazah,” ungkapnya, Jumat (22/5/2020).

Masih kata Evin, sementara posisi jenazah mertuanya masih di ruang isolasi belum dipindahkan ke kamar jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Evin menjelaskan jika jenazah ayahnya masih dibaringkan di ranjang dan ditutupi selimut, ini dilihat di CCTV. Sementara di sekitar jenazah mertuanya, terlihat banyak pasien lain.

“Sekitar pukul 21.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, saya ketemu pak MNH itu. Beliau menyampaikan bahwa ada biaya untuk ambulance sebesar Rp1 juta, peti jenazah dan pemulasaran Rp1 juta dan honor tenaga Rp1 juta. Uang tersebut saya berikan ke bapak itu,” katanya.

Evin menjelaskan, jika mertua laki-lakinya tersebut merupakan PDP Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang sebelumnya dirawat di salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di Kota Mojokerto pada tanggal 18 Mei 2020. Pasien dengan riwayat penyakit diabetes dan sesak nafas.

“Kemudian 19 Mei 2020 dirujuk ke RSU drWahidin Sudiro Husodo karena hasil toraknya jelek ada flek infeksi di paru-paru. Makanya dicurigai Covid, terus dibawa ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan diisolasi dan dilalukan rapid test hasilnya negatif. Yang terbaru, tadi sekira pukul 10.00 WIB pihak RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan Kepala Desa datang ke rumah,” jelasnya.

Evin menambahkan, pihak RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto didampingi Kepala Desa (Kades) desa setempat datang meminta maaf dan bermaksud mengembalikan uang sebesar Rp3 juta tersebut. Pihak keluarga menolak namun uang tersebut ditinggalkan di atas meja oleh pihak RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar