Peristiwa

Usulkan Bupati Cup Buat Pesilat, NU: Bikin Ring di Alun-Alun Jember

Wakil Ketua PCNU Jember Ayub Junaidi

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, Jawa Timur, punya ide untuk menyalurkan energi pertengkaran anggota perguruan-perguruan silat selama ini melalui pelaksanaan turnamen.

Wakil Ketua PCNU Jember Ayub Junaidi mengatakan, Jember memiliki potensi pesilat yang cukup besar. “Tinggal bagaimana bisa menyatukan, ghirah yang sangat kuat ini kita arahkan untuk kemajuan Kabupaten Jember,” katanya, dalam rapat dengar pendapat membahas situasi keamanan dan ketertiban di gedung DPRD Jember, Kamis (27/5/2021).

“Kalau perlu adakan kejuaraan pencak silat, karena lima tahun ini vakum. Kalau ngomong Jember ini agak-agak bingung. Kita lima tahun paham semua bagaimana stuck-nya. Akhirnya rusaknya hari ini semua,” kata Ayub.

Ayub mengusulkan penyelenggaraan pencak silat tarung bebas antarperguruan memperebutkan piala bupati. “Bikin ring di alun-alun seperti zaman Pak Djalal (Bupati MZA Djalal) ada tarung bebas di situ. Yang hebat-hebat, monggo tampil di situ. Syaratnya jangan tawuran. Mau yang punya ilmu apa silakan. Kita salurkan. Toh pencak silat sudah menjadi aset nasional yang jangan sampai diakui negara lain. Budaya dan filosofi pencak silat itu adalah persaudaraan,” katanya.

Beberapa pekan terakhir, terjadi sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang meresahkan warga. Ini menjadi perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember.

Selain perwakilan NU, rapat diikuti Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dan jajaran pimpinan, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Agus Supaat, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Jono Wasinuddin, dan Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa Fathurrozi. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar