Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Usai Viral, Oknum Ojek Kuda Palak Wisawatan Gunung Bromo Minta Maaf

Suyono (tengah) saat meminta maaf

Probolinggo (beritajatim.com) – Oknum ojek kuda viral lantaran meminta uang kepada wisatawan Gunung Bromo dengan alasan merekam tanpa izin akhirnya minta maaf. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun TikTok @aldidutcho.

Dalam video tersebut, oknum ojek kuda bernama Suyono (52) meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Warga Dusun Cemara Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo tersebut juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono, pemandu kuda di wisata Gunung Bromo, meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya, sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun tiktok aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi,” tuturnya.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan pihaknya bersama TNI bergerak cepat usai video pemalakan itu viral. Dua institusi tersebut berkoordinasi dengan TNBTS melakukan tindak lanjut bersama.

“Kepolisian bersama TNI dan TNBTS turun tangan dengan memberikan hukuman untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Langkah cepat ini dilakukan untuk mewujudkan sikap humanis dan menjaga kearifan budaya lokal” jelas Arsya.

Arsya mengungkapkan dengan adanya permintaan maaf yang disampaikan SY, diharapkan SY menyadari dan menjadi efek jera atas apa yang dilakukannya. Karena, Arsya menilai tindakan yang dilakukan SY tak hanya menyakiti perasaan wisatawan dan masyarakat luas namun juga bisa melanggar hukum.

”Pelaku selain membuat kegaduhan dan menyakiti perasaan wisatawan dan masyarakat luas, juga melakukan tindakan pemerasan,” tegas Arsya.

Arsya menilai permintaan maaf SY merupakan hukuman agar timbul efek jera. Sehingga ke depannya tidak ada lagi perbuatan serupa yang dapat merugikan banyak orang.

“Mengingat itikad baik dari pelaku pun menjadi alasan untuk diberikan restoratif justice. Apalagi saat ini sektor pariwisata Gunung Bromo kini mulai bangkit semenjak pandemi Covid-19,” pungkas Arsya. (tr/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar