Peristiwa

Usai Salat Tarawih, Tiga Pilar Sosialisasikan Larangan Mudik

Petugas kepolisian memberikan sosialisasi usai salat tarawih di Masjid Al-Qithaar, Surabaya, Kamis (29/4/2021). [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas tiga pilar (Polsek, Kecamatan dan Koramil) terus melakukan sosialisasi imbauan tak melakukan mudik di lingkungan Kota Surabaya, Kamis (29/4/2021). Bahkan sejumlah terobosan dilakukan Polri bersama TNI dan Pemkot Surabaya untuk mencegah adanya klaster keluarga baru di masa ibadah menyambut Idul Fitri.

Kapolsek Tambaksari, Kompol M Akhyar menjelaskan, terobosan 3 pilar terdiri dari pemberdayaan kelompok kerja, ormas, karangtaruna, pengelola masjid dan musala, serta pengelola rumah ibadah lain yang ada di lingkup wilayah Tambaksari. Pemberdayaan ini adalah langkah gotong-royong masyarakat untuk mendukung PPKM Mikro dan sinergi presisi.

“Hari ini kita ke masjid untuk bersama tiga pilar bertemu dan beribadah bersama. Selanjutnya kita sosialisasikan 5M dan imbauan tak melakukan mudik ke daerah. Harapan kami ini cukup efektif dan langsung ke tujuan untuk menekan adanya klaster baru,” jelasnya.

Kunjungan tiga pilar yang juga didampingi oleh Camat Tambaksari Ridwan Mubarun, dan Danramil Tambaksari Kapten Infanteri Sumartono. Mereka senada mengharapkan seluruh tempat ibadah jangan berhenti untuk melakukan penerapan 5M plus. Plus ini merupakan langkah pembersihan dengan penyemprotan desinfektan dan penyediaan fasilitas cuci tangan hingga sekat tanda jarak.

“Termasuk mengurangi kapasitas menjadi separuh dari total kapasitas tempat ibadah. Sehingga klaster baru dan virus corona bisa dicegah sampai akhirnya hilang,” lanjut mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, H Imam Sachoni Ketua Takmir Masjid Al-Qithaar binaan PT KAI Daop 8 Surabaya menjelaskan bahwa prinsip 5M plus terus dilaksanakan. Masyarakat juga memberikan dukungan sehingga mencegah bersama penyebaran virus corona.

“Terima kasih sudah mengingatkan dan semoga seperti harapan bersama virus corona segera berlalu. Untuk 5M plus terus kita lakukan. Kemudian penyemprotan disinfektan maupun pengeringan udara dilakukan oleh pengelola,” tandas H Imam. [man/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar