Peristiwa

Usai Ditinjau Wali Kota Surabaya, Warga Tolak Isolasi Mandiri di GMS

Harianto selaku Ketua LPMK Kelurahan Mulyorejo, tengah: Eri Cahyadi yang sedang diwawancarai setelah meresmikan Griya Mulyorejo Sehat (GMS) yang berlokasi di eks Kantor Kelurahan Mulyorejo.

Surabaya (beritajatim.com) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi meninjau lokasi isolasi mandiri Griya Mulyorejo Sehat (GMS) yang berlokasi di bekas Kantor Kelurahan Mulyorejo.

Griya ini adalah tempat khusus bagi warga Kelurahan Mulyorejo yang tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri di rumah. Hal ini merupakan inisiatif dari berbagai pihak sebagai bentuk penanganan Covid-19 di tingkat Kelurahan.

Kurva pandemi Covid-19 yang tak kunjung melandai membuat pihak LPMK dan Kelurahan Mulyorejo memiliki inisiatif tersendiri untuk melayani warganya yang sedang terpapar Covid-19.

Langkah ini juga bekerjasama dengan Puskesmas Mulyorejo sebagai penyedia tenaga medis dan perawatan.

Kelurahan Mulyorejo menaungi 12 RW, dan lokasi yang dijadikan GMS berada di RT. 06. RW. 01. GMS mulai dibuka setelah ditinjau oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi pada Senin (23/07/2021).

Harianto, selaku Ketua LPMK Kelurahan Mulyorejo menuturkan bahwa GMS ini dibuat karena melihat belum melandainya angka kasus Covid-19, khususnya di Surabaya. Serta sebagai bentuk perhatian bersama untuk membantu pemerintah Kota Surabaya.

“Kita menyadari bahwa sekarang rumah sakit penuh, ICU penuh, ruang isoman juga penuh, semuanya penuh. Jadi kita tidak bisa tinggal diam dan akhirnya mengambil inisiatif. Kita juga berdiskusi dengan Pak Camat dan Pak Lurah untuk menemukan solusi penanganan di tingkat kelurahan. Salah satu bentuk nyatanya adalah GMS ini,” ujar Harianto.

Dari keterangan Harianto, GMS dapat menampung kurang lebih 25 orang, dan khusus bagi warga Kelurahan Mulyorejo. Persyaratannya cukup mudah, yakni membawa surat PCR keterangan dinyatakan covid-19 dan surat domisili dari RT dan RW setempat.

“Selain warga Kelurahan Mulyorejo akan kita tolak. Kami utamakan juga bagi warga yang tidak memungkinkan isoman di rumah. GMS sudah kami bagi ruangannya, ada yang untuk laki-laki dan perempuan. Untuk saat ini masih belum ada yang isoman, mungkin karena baru saja dibuka. Namun harapan kami semua warga sehat, dan tidak ada yang isolasi di sana,” tuturnya.

Spanduk yang dipasang di depan Griya Mulyorejo Sehat (GMS).(Foto: Andika Firman)

Setelah kabar persemian GSM tersebut, banyak warga terutama yang tinggal di RT.06, RW. 01, Kelurahan Mulyorejo mengajukan penolakan. Banyak warga yang sudah melakukan penolakan melalui grup WhatsApp karena belum ada penjelasan dari RT maupun RW terkait keputusan hasil rapat dengan pihak perangkat Kelurahan Mulyorejo yang membahas tempat isolasi mandiri. Salah satu warga yang bersedia kami wawancarai adalah M. Wayassirly.

“Saya tidak setuju karena menurut saya lokasinya sangat dekat dengan pemukiman, dan sering kali anak kecil bermain di sana. Hal lain yang saya khawatirkan juga adalah dampak psikologi, terutama bagi warga RT. 06 apalagi belum ada kejelasan dari RT maupun RW terkait hasil rapat perihal GMS,” dalih Sirly.

Isolasi Mandiri di eks Kantor Kelurahan Mulyorejo. (Foto: Andika Firman)

Dari aspirasi tersebut, Hariyanto merespons bahwa akan menginformasikan ulang kepada RT maupun RW setempat, serta tokoh masyarakat untuk menjelaskan lebih lanjut terkait teknis dan keputusan mengenai GMS.

“Nanti akan kami sosialisasikan lebih lanjut. Karena memang ini adalah untuk kebaikan kita bersama,” pungkas Harianto. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar