Peristiwa

Usai Banjir, Tanggul Bengawan Solo Longsor

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanggul Sungai Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, kondisinya longsor dan rawan jebol. Tanggul penahan air yang dibuat dari tanah dan batu pedel itu semula berukuran empat meter, kini tinggal satu meter setengah.

“Sebetulnya longsor sudah lama (sejak 2016) tetapi dua hari kemarin longsor lagi setelah air sungai naik,” ujar Zainuddin warga setempat, Sabtu (9/3/2019).

Adanya longsor susulan tersebut tentu saja membuat ketar-ketir warga setempat. Mereka khawatir tanggul sungai jebol sewaktu-waktu. Sebab luberan air dari sungai terpanjang di Pulau Jawa itu bisa berdampak pada ratusan jiwa yang berada di balik tanggul.

Zainuddin menjelaskan, tanggul yang longsor dan mengkhawatirkan ada di dua titik. Pertama sepanjang tiga meter dan kedua sepanjang enam meter. Titik tanggul yang longsor berada di tikungan Sungai Bengawan Solo. “Longsornya saat air sedang naik, akibat terkena tekanan air,” jelasnya.

Dengan terjadinya peristiwa itu dia berharap pihak terkait, dalam hal ini pemerintah Kabupaten Bojonegoro tanggap. Kata dia, sejauh ini hanya pihak desa yang melakukan pemantauan. “Sama sekali tidak ada pemantauan dari pemerintah. Padahal ini sangat mengkhawatirkan. Ratusan jiwa yang akan terdampak langsung jika sewaktu-waktu tanggul jebol,” keluhnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPDB Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, setelah mendapat laporan longsornya tanggul itu pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS). “Tadi sudah saya koordinasikan dengan BBWS. Sandbag sudah siap, tinggal kirim untuk penanganan darurat,” ucapnya terpisah. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar