Peristiwa

Usai Banjir Jombang, Relawan Lakukan Fogging untuk Cegah DBD

Relawan Silaturasa Lintas Komunitas Jombang melakukan fogging di rumah warga Dusun Prayungan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Selasa (2/3/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Relawan Silaturasa Lintas Komunitas Jombang melakukan fogging (pengasapan) di Dusun Prayungan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Selasa (2/3/2021). Hal ini sebagai langkah antisipasi terhadap munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pasca banjir.

Para relawan ini berkeliling desa sembari membawa sejumlah alat fogging. Bukan hanya rumah, selokan dan kebun di samping rumah warga juga tidak luput dari pengasapan. Tentu saja, upaya itu mendapatkan apresiasi positif dari warga setempat.

Suara mesin fogging terus menderu, asap mengepul dari moncong mesin tersebut. “Pengasapan ini dilakukan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk penyebab demam berdarah. Juga untuk membunuh nyamuk penyebab penyakit cikunguya,” kata salah satu relawan, Nyohan Husada.

Pria berambut gondrong yang akrab disapa Cacuk ini mengatakan, banjir yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo memang sudah surut sepekan lalu. Namun bukan berarti tugas kemanusiaan terhenti. Makanya posko relawan ini mulai bencana hingga saat sekarang masih berdiri.

Pasalnya, kegiatan rehabilitasi pasca-terjadinya bencana juga sangat diperlukan. Nah, hal itulah yang dilakukan para relawan Silaturasa Lintas Komunitas Jombang. Mereka membantu warga melakukan perbaikan lingkungan, kerja bakti menambal tanggul, juga bersih-bersih rumah dari sisa bencana.

“Termasuk hari ini kita melakukan fogging ke permukiman warga. Karena pasca banjir, sangat rentan munculnya jentik nyamuk. Fogging ini sebagai langkah pencegahan munculnya DBD dan cikungunya. Semoga warga segera dapat kembali beraktivitas secara normal dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Relawan Silaturasa Lintas Komunitas Jombang berkeliling dari rumah ke rumah untuk melakukan fogging, Selasa (2/3/2021)

Seperti diberitakan, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan beberapa titik tanggul jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avur di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter, yang jebol pada Kamis (4/2/2021) sekitar jam tiga dini hari.

Tanggul jebol juga terjadi di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Sama halnya dengan yang ada di Desa Brangkal, tanggul Sungai Avur jebool di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter.

Pada Sabtu (6/2/2021), banjir di Dusun Manisrenggo, Gondangmanis mulai surut. Namun muncul lagi banjir baru di dua desa lainnya. Yakni Desa Pucangsimo dan Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Banjir di Bandar Kedungmulyo ini cukup parah. Ketinggian air mencapai 2 meter. Ribuan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar