Peristiwa

Usai Ajak Pengunjung Mall Tak Bermasker, Pria Brewok Ini Minta Maaf

Pelaku saat jalani gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021). [Foto/Humas Polrestabes Surabaya]

Surabaya (beritajatim.com) – Sembari menggendong, Putu Arimbawa (29) mengabadikan suasana kunjungan mall di Surabaya. Namun gaya vloger yang dia lakukan ini ternyata mengundang kritikan netizen dan masyarakat. Bagaimana tidak, lelaki berbadan besar dengan wajah brewok ini mengatakan bahwa pengunjung mall yang bermasker bodoh dan tolol.

Parahnya lagi, dalam vidio yang diunggah ternyata juga diberi caption yang intinya pengunjung mall lebih baik bikin bungker ketimbang ke mall memakai masker. Sontak petugas tiga pilar dan Satuan Tugas Covid-19 pun memburunya. Menurut Putu, dirinya mengaku hanya masih ragu atau abu-abu terhadap keberadaan virus mematikan ini.

Meski ragu dan belum 100 persen percaya, ia mengaku tak mau jika anak tercintanya terjangkit virus ini. “Awalnya iseng dan saat masuk Super mall awalnya pakai masker waktu di dalam saya lepas. Awalnya iseng ingin beropini aja begitu mengenai penggunaan masker. Itu saya menyesali kata-kata yang saya ucapkan memang tidak pantas,” ucapnya di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021).

“Saya menyesali pak, saya meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia yang sudah melihat instasotry saya, terutama warga Surabaya. Semua masyarakat yang sudah potuh terhadap prokes. Saya akan patuh prokes terutama masker,” lanjut Putu.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahardian menjelaskan bahwa ucapan pelaku tidak pantas kepada pengunjung mal. Usai memperoleh laporan dan video yang diperoleh, petugas pun melakukan identifikasi.

“Kami sudah ketahui indentitasnya kemudian ditindaklanjuti Kapolsek Lakarsantri bersama timnya melakukan upaya penangkapan yang bersangkutan di daerah Driyorejo. Akhirnya setelah kami amankan di interogasi diserahkan pihak Polres,” papar Oki.

Karena menyesali sudah melakukan hal bodoh, pelaku pun akan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Surabaya. Sebab videonya yang tidak pantas yang beredar di media sosial.

Oki juga memaparkan, meski menyalahi aturan termasuk memprovokasi ajakan untuk tidak mengenakan masker, petugas akan memberikan saksi tentang pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Pelaku akan dikenakan sanksi denda Rp 150 ribu. “Sanksi akan diberikan pihak Pemkot Surabaya,” tandas Oki. [man/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar