Peristiwa

Update Erupsi Gunung Raung, PVMBG: Masih Normal

Gunung Raung di Banyuwangi terus mengalami peningkatan aktivitas. Tercatat sejak Kamis (16/7/2020) gunung setinggi 3.260 Mdpl itu alami erupsi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Gunung Raung di Banyuwangi terus mengalami peningkatan aktivitas. Tercatat sejak Kamis (16/7/2020) gunung setinggi 3.260 Mdpl itu alami erupsi skala kecil.

Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut belum terjadi perubahan potensi ancaman bahayanya.

“Adanya kenaikkan tinggi asap hembusan menjadi 100 meter dari atas puncak disertai perubahan warna menjadi putih kecoklatan. Hal tersebut terjadi pada pukul 10.52 WIB, Kamis (16/7/2020). Pada pukul 13.56 WIB teramati perubahan warna kolom hembusan menjadi warna putih kelabu, dengan ketinggian 100 meter dari atas puncak,”

“Sekitar pukul 07.52 WIB, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak,” jelas Kasubid Mitigasi Gunung Api  Wilayah Barat pada PVMBG, Nia Haerani, Jumat (17/7/2020).

Jumlah Gempa Hembusan, kata Nia mengalami sedikit kenaikkan. Namun tidak diikuti oleh kemunculan jenis gempa vulkanik lainnya (Gempa Vulkanik Dangkal, Vulkanik Dalam, ataupun Tremor).

“Sehingga belum mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman di bawah kawah puncak Gunung Raung,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Nia, data menunjukkan jumlah dan jenis gempa yang terekam periode 1 Januari hingga 16 Juli 2020 didominasi oleh gempa tektonik jauh, tektonik lokal dan satu kali gempa terasa pada tanggal 19 Maret 2020.

“Sejak tanggal 13 Juli 2020, terekam Gempa Hembusan dengan jumlah 5 kejadian pada 13 Juli 2020, 10 kejadian pada 14 Juli, dan 14 kejadian pada 15 Juli 2020,” katanya.

Sementara itu, saat ini hembusan abu masih terlihat di atas puncak kawah. Diperkirakan material ini berpotensi terbawa angin.

Dokumen Gunung Raung erupsi tahun 2015. [Foto/Rindi]
“Material dari hembusan abu pada 16 Juli 2020 masih berada di sekitar kawah/puncak Gunung Raung, yang merupakan Kawasan Rawan Bencana III. Namun demikian, sebaran abu dapat terbawa ke daerah yang lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin,” ujarnya.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Raung dan pengunjung atau wisatawan, agar tidak mendekati bibir kawah atau turun ke kawah yang ada di puncak. Serta tidak berkemah di sekitar puncak atau kawah Gunung Raung untuk menghindari hembusan gas-gas vulkanik yang berbahaya.

Sejauh ini, status aktivitas G. Raung adalah Level I (Normal) sejak 24 Oktober 2016. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar