Peristiwa

Warga Minta Terduga Pelaku Asusila Minta Maaf, Tolak Penutupan Ponpes Al Mubarok Jabon

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pembacaan surat pernyataan Zakky Mubarok putra pengasuh Ponpes Al Mubarok, H. Abdul Rohim selaku perwakilan keluarga dalam menutup Pondok Pesantren Al Mubarok, Desa Kedungrejo, Jabon, ditolak warga.

Massa menuntut terduga pelaku tindak asusila, yakni H. Abdul Rohim yang membacakan langsung surat permintaan maaf di hadapan warga. “Kami minta pelaku yang menyatakan minta maaf,” teriak warga Kamis (19/9/2019).

Isi dari pernyataan, pihak pondok akan menutup sementara pondok putri terhitung hari ini, Kamis (19/9/2019). Namun pihak pondok minta waktu untuk memulangkan santri sampai hari Minggu (22/9/2019).

Warga yang berada di kantor desa terus menolak dan meminta terduga pelaku yang menyampaikan. Bahkan massa yang merasa tidak puas karena aspirasinya tidak dipenuhi sempat meneriakkan agar kepala desa mundur dari jabatannya.

Sementara itu, Kapolsek Jabon AKP Sumono menyebutkan jika dugaan kasus asusila itu terjadi sekitar tahun 2015 lalu. “Ada empat korban, tiga orang damai jalur kekeluargaan sedangkan satu menempuh jalur hukum,” rinci Sumono menjelaskan. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar