Peristiwa

Update Bongkar Makam Pemuda Prambon, Polisi: Korban Diduga Kuat Meninggal Akibat Pengeroyokan

Polisi memberikan garis police line saat melakukan pembongkaran dan otopsi jasad korban

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dugaan kuat, meninggalnya Tadarus Faris Lukman Hakim (23), pemuda asal RT 03 RW 03 Dusun Sigit Desa Kedung Kembar, Kecamatan Prambon, akibat pengeroyokan oleh beberapa pemuda di Warkop Pojok Kampung desa setempat.

Polsek Prambon kini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk menguatkan hasil otopsi. “Ya kami sudah memeriksa saksi-saksi, mulai teman korban sampai saksi pelapor,” kata Kapolsek Prambon AKP Sumarsono, Kamis (23/1/2020).

Dia menambahkan, setelah memeriksa saksi-saksi, dugaan kuat korban sebelum meninggal menjadi korban pengeroyokan. “Korban dikeroyok sebelum meninggal,” tegasnya.

Disinggung soal berapa tersangka pengeroyokan, Sumarsono belum bersedia menyebutkan karena masih didalami dan dikembangkan. “Nanti kalau sudah waktunya, pasti akan kami beberkan. Sabar, kami minta waktu karena masih didalami,” tukasnya.

Dalam kasus ini, menurut Sumarsono, tersangka akan dijerat Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan sampai korban meninggal dunia, atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Seperti diberitakan, Faris Minggu (12/1/2020) dini hari diantarkan oleh temannya pulang ke rumah. Saat itu kondisi Faris mengalami lebam di bagian mata.

Oleh keluarga korban, Faris kemudian yang juga mengeluh kepala sakit, dibawa berobat sampai bolak-balik hingga menjalani rawan jalan. Hingga dua hari tak kunjung membaik, Faris akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan di rumah sakit Selasa (14/1/2020).

Merasa ada kejanggalan penyebab kematian korban, Sabtu (18/1/2020) keluarga korban melapor ke Polsek Prambon. Menindaklanjuti laporan, Tim Inafis Polresta Sidoarjo dan Forensik RSUD Sidoarjo melakukan otopsi dengan membongkar makam korban Rabu (22/1/2020), atau 8 hari setelah korban dimakamkan. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar