Peristiwa

Update: 129 Demonstran di Kota Malang Rapid Test, 20 Orang Reaktif

Polresta Malang Kota mengumumkan dari 129 demonstran 20 diantaranya reaktif setelah rapid test.

Malang(beritajatim.com) – Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, dalam demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law di kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang. Polisi menangkap 129 demonstran.

Mereka ditangkap saat kericuhan terjadi di tengah aksi demonstrasi. Demo yang dilakukan pada Kamis, (8/10/2020) kemarin itu memang diwarnai aksi pengerusakan. Sejumlah fasilitas milik Pemkot Malang dan polisi rusak beberapa diantaranya bahkan dibakar demonstran.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengungkapkan total dari 129 demonstran seluruhnya telah menjalani rapid test. Dari jumlah itu 20 demonstran dinyatakan reaktif. Selanjutnya mereka akan langsung di swab.

“Kita amankan 129 orang. Pemeriksaan rapid test sudah dilakukan dan 20 orang dinyatakan reaktif. Kemudian akan kita lanjutkan dengan test swab,” kata Leonardus.

Saat ini 129 demonstran yang ditangkap polisi sedang dikumpulkan di Mapolresta Malang Kota. Dari jumlah itu 5 demonstran diantaranya perempuan. Sebagaian besar mahasiswa, namun juga ditemukan 14 pelajar SMA, 15 pelajar SMK dan 2 pelajar SMP.

“Sebagian besar mahasiswa, pelajar 14 pelajar SMA, 15 pelajar SMK dan 2 pelajar SMP tap juga ada yang buruh dan supir. 124 laki-laki dan 5 perempuan. Kita masih dalami peran masing-masing bila tidak terlibat akan kita lepaskan,” tandasnya. (Luc)





Apa Reaksi Anda?

Komentar