Peristiwa

UMK Mojokerto 2020 Rp4.179.787

Buruh KC FSPMI menggelar aksi di Disnakertrans Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dewan Pengupahan Kabupaten Mojokerto telah mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto sebesar Rp4.179.787. Usulan tersebut sudah direkom ke Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto dan ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur.

Terkait tuntutan buruh, Kepala Bidang Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto, Saifullah Ali Akbar mengaku, tidak mudah untuk merealisasikan tuntutan para buruh tentang kenaikan UMK tahun 2020 menjadi 15 sampai 20 persen.

“Kalau tuntutannya minta 15 sampai 20 persen, harus merubah Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Kami hanya menjalankan regulasi yang ada dan usulan UMK Mojokerto sudah direkom Bapak Wabup dan sudah ditetapkan Bu Gubernur hari ini,” ungkapnya, Rabu (20/11/2019).

Terkait Upah Minimum Sektoral Kerja (UMSK), lanjut Saifullah, ada regulasi atau kajian dari pasal 15 ayat 1 dan 2 di peraturan menteri tenaga kerja 15 tahun 2018 tentang skala usaha besar. Yakni adanya nilai tambah, produktivitas serta klasifikasi lapangan usaha.

“Pada dasarnya nilai UMSK lebih besar daripada nilai UMK. Untuk merubah UMSK harus ada kajian tersebut. Dari kajian ini, keempatnya harus terpenuhi. Karena saling berkaitan, dan di surat edaran Kemendagri menyatakan UMSK hasil kesepakatan antara pengusaha dan pekerja,” terangnya.

Masih kata Saifullah, pihaknya saat ini bersama Dewan Pengupahan yang terdiri dari pengusaha, pekerja dan pemerintah untuk membahas sektor unggulan. Namun tegas Saifullah, yang wajib adalah UMK, jika UMSK bisa dilaksanakan maka tidak masalah. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar