Peristiwa

Umat Katolik Banyuwangi Ikuti Misa Live Streaming

Banyuwangi (beritajatim.com) – Berbeda tata cara ibadah misa umat Gereja Maria Ratu Damai Banyuwangi kali ini, karena mereka bisa mengikuti secara daring atau online. Romo RD Bernardus Winuryanto yang memimpin ibadah misa melakukannya dari pastoran atau rumah tempat tinggalnya.

Hal itu sesuai arahan Uskup Malang untuk mengurangi pengumpulan orang dalam kegiatan Misa atau Ekaristi Kudus.

“Misa secara streaming ini kami lakukan, untuk mendukung program pemerintah untuk membatasi kegiatan yang mengumpulkan banyak orang selama masa Pandemi Covid-19 ini,” kata Winur, Minggu (22/3/2020).

Dalam kegiatan misa itu, tercatat 268 gawai tersambung live melalui sosial media Youtube. Selain itu, misa juga dilakukan melalui siaran langsung di salah satu radio terkemuka di Banyuwangi selama peribadatan.

“Sementara 10 orang jemaat mengikuti misa langsung di pastoran yang berada di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi, yang juga bertugas koor dan membaca doa,” katanya.

Dia juga berpesan kepada jemaat yang mengikuti misa untuk terus tekun berdoa kepada Tuhan. Selain itu mereka dianjurkan untuk rajin menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

Sementara itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki Maria Ratu Damai Banyuwangi Arnoldus Jansen mengatakan meski melalui streaming, misa berjalan lancar. Diperkirakan ada seribu lebih orang yang mengikuti misa daring tersebut.

“Bila 1 keluarga terdiri dari empat orang, maka ada 1.072 orang yang mengikuti misa secara daring dari total 2.600 jemaat gereja,” ujarnya.

Misa ini, kata Jensen, merupakan yang pertama digelar di Banyuwangi. Pihaknya berharap kondisi ini tidak mengurangi kekhusyukan jemaat dalam beribadat.

Maria Diah Nita salah satu warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, mengikuti misa itu melalui laptop di rumahnya. Dia memasang Salib dan lilin menyala di atas meja dan beribadah bersama orang tua dan putrinya.

“Kami bersyukur bisa beribadah dengan nyaman, tidak khawatir tertular virus, dan membantu mengurangi sebarannya. Kami mendukung gerakan social distancing,” kata dia.

Sejak Jumat (20/3/2020), Gereja Maria Ratu Damai Banyuwangi juga memberlakukan jaga jarak saat beribadat. Tempat duduk di atur sedemikian rupa untuk membatasi antar umat. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar