Peristiwa

Uang Rp 17 Juta Ikut Hangus saat Kebakaran di Batang-batang Sumenep

Kondisi rumah Adruki setelah ludes dilalap api (foto: ist)

Sumenep (beritajatim.com) – Sebuah kebakaran meludeskan rumah Adruki, warga Desa Tamedung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

“Beruntung tidak ada korban dalam musibah kebakaran itu, karena saat kejadian, pemilik rumah sedang mengikuti kumpulan sholawatan di tetangganya,” kata Kasubag Humas Polres Sumemep, AKP Widiarti, Jumat (02/04/2021).

Kebakaran rumah berukuran 6×5 meter tersebut pertama kali diketahui oleh menantu korban, Abd. Hafid. Saat itu Hafid pulang dari rumah orang tuanya di Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura. Setiba di rumah mertuanya, ia terkejut karena melihat ada asap dan api dari dalam rumahnya.

Hafid pun berteriak minta tolong. Pemilik rumah yang juga mertua Hafid saat itu tengah berada di rumah Sahe, sekitar 50 meter di barat rumahnya.

Spontan warga sekitar dan pemilik rumah yang mendengar teriakan Hafid langsung ke lokasi, dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api baru bisa dipadamkan hampir dua jam berikutnya, setelah atap dan isi rumah ludes terbakar.

“Kebakaran itu diperkirakan akibat korsleting. Ada sambungan kabel listrik yang terkena tetesan air akibat genteng bocor, sehingga mengeluarkan api,” ungkap.Widiarti.

Dalam kebakaran tersebut, selain atap dan kusen rumah hangus, juga isi rumah ikut ludes. Diantaranya pompa air, padi 7 sak, jagung 2 sak, pakaian, tempat tidur, lemari, peralatan bangunan rumah, serta uang tunai Rp 17.200.000 ikut hangus terbakar.

“Kerugian material akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 70.000.000. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucap Widiarti. [tem/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar