Peristiwa

Tuntut Tempat Hiburan Malam di Surabaya Kembali Buka, Pendemo: Kami Pekerja, Bukan Pelacur!

Surabaya (beritajatim.com) – ‘Kami Pekerja Bukan Pelacur’, jargon itu terus diteriakkan oleh ratusan peserta pengunjuk rasa yang mendesak agar tempat hiburan, khususnya hiburan malam, dapat kembali beroperasi di Surabaya.

Salah satunya adalah Ayu, sebut saja demikian. Di sela panasnya cuaca Surabaya, juga hiruk pikuk teriakan dan orasi massa aksi, Ayu bercerita jika sering ada salah persepsi terkait pekerjaan yang Ia lakoni. “Kami sering disebut pelacur. Padahal tidak sama sekali. Kalau ada satu dua, itu oknum. Kami ini pekerja di dunia hiburan,” kisah Ayu.

Wanita berambut panjang ini lantas memaparkan perbedaannya. Salah satu yang Ia gunakan untuk memberi contoh adalah caranya bertahan hidup saat pandemi. “Saya tidak jual diri,” ujarnya tegas.

“Sejak tempat saya bekerja diminta tutup sekitar 4 dan hampir 5 bulan ini, saya tidak bekerja. Dari awal saya berusaha mencari cara untuk bertahan hidup. Mulai dari hanya digaji 20 persen sampai diberi status cuti diluar tanggungan,” lanjut Ayu.

Ia pun mengatakan jika beberapa langkah terakhir sudah dilakukan demi bisa bertahan hidup. “Mulai jual handphone, gadai bpkb kendaraan, sampai kendaraannya yang digadaikan,” beber wanita yang mengaku dari salah satu kota di Jawa Barat itu.

Kini, setelah dirasa sudah kehabisan jalan, Ayu hanya berharap hembusan angin segar tiba. Bisa bekerja kembali seperti sedia kala. “Kalau ada yang buka lowongan kerja, dan sesuai dengan saya pasti langsung saya ambil. Tapi kondisi sekarang, susahnya setengah mati,” katanya.

Ia pun sadar, tempatnya bekerja tidak akan bisa buka seperti sejak sebelum ada pandemi. Protokol kesehatan, diyakini Ayu juga akan menjadi proritas dari manajemen tempatnya bekerja.

“Namanya kondisi pandemi, sama seperti hotel dan restoran atau tempat makan lainnya, manajemen pasti mengedepankan protokol kesehatan. Karena daripada banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan,” pungkas Ayu sembari kembali berkumpul dengan rekan-rekannya untuk menyuarakan aspirasi mereka. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar