Peristiwa

Tuntut Perubahan Status, Perwakilan Karyawan Building Material Contruction di Mojokerto Gelar Aksi

Aksi perwakilan buruh CV Building Material Contruction di PT Bina Utama Sakti Grand Panjer Regency Blok A-1 Jalan Kartini Gg Masjid, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 10 orang perwakilan buruh CV Building Material Contruction melakukan aksi di depan kantor PT Bina Utama Sakti Grand Panjer Regency, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Mereka menuntut perubahan status dari karyawan tidak tetap menjadi karyawan tetap.

Sampai di depan pabrik produksi bata ringan, Koordinasi Lapangan (Korlap), Abdul Rokhman melakukan orasi dan meminta agar manager CV Building Material Contruction untuk keluar dan harus menemui massa aksi. Massa meminta agar manajemen memberikan gaji layak kepada karyawan, membayar upah lembur.

Hapus pemotongan yang tidak rasional, BPJS Ketenagakerjaan harus diikutkan sebagai program dan hapus mutasi yang tidak prosedural. Meski dilakukan pertemuan antara pihak perusahan dengan perwakilan karyawan, namun tidak ada titik temu antara kedua belah pihak dan membuat berita acara perundingan.

Sehingga perwakilan buruh kemudian menuju kantor PT Bina Utama Sakti, alamat Grand Panjer Regency di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Kuasa hukum buruh, Gunawan kemudian ditemui Manager PT Bina Utama Sakti, Bambang dan melakukan mediasi.

Dalam mediasi, dilakukan pembahasan kesepakatan perjanjian kerja karyawan outsourcing dengan tenaga penyalur PT Bina Utama Sakti. Namun hingga aksi berakhir, belum ditemukan kesepakatan antara karyawan CV Building Material Contruction dengan pihak perusahaan terkait dengan beberapa tuntutan karyawan.

“Tidak ada kesepakatan. Ada mutasi yang dilakukan perusahan, pihak manajemen mengatakan itu hak preogratif pengusaha. Kebijakan perusahaan karena pandemi. Rencananya, kami akan ke kantor Disnakertrans Kabupaten Mojokerto,” ungkap Korlap Aksi, Abdul Rokhman, Rabu (12/8/2020). [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar