Peristiwa

Tuntut Dana Kompensasi, Warga di Mojokerto Demo Pabrik Karton Box Ricuh

Puluhan warga saat melakukan aksi di depan pabrik karton box, PT Supracor Sejahtera di Jalan Pungging-Mojosari, Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto berdemo di depan pabrik karton PT Supracor Sejahtera, Senin (23/11/2020). Aksi massa yang menuntut kompensasi dan dipekerjakan di pabrik produksi karton box tersebut diwarnai kericuhan.

Massa datang dengan membawa satu kendaraan pick up dan puluhan motor tersebut langsung berorasi di depan pintu gerbang PT Supracor Sejahtera yang dijaga aparat kepolisian. Tak lama berselang, massa berusaha menghadang truk yang akan masuk ke perusahaan hingga menimbulkan kericuhan.

Massa bahkan sempat akan memblokade jalur provinsi tersebut. Kericuhan terjadi dipicu lantaran Kepala Desa (Kades) setempat tidak mau mendampingi warga yang akan meminta audensi dengan pihak perusahaan.

Beruntung kericuhan tak berlangsung lama, lantaran pihak kepolisian berhasil menghadirkan Kades Pungging ke lokasi.

Didampingi Kades Pungging, perwakilan massa masuk ke pabrik untuk berdialog dengan manajemen PT Supracor Sejahtera.

Koordinasi aksi, Suhartono mengatakan, kedatangan puluhan warga ke pabrik tersebut untuk menuntut dana kompensasi desa. “Sejak perusahaan berdiri tahun 2016 dana masuk, tapi tidak ke desa, melainkan ke oknum perangkat desa. Juga karyawan 50 persen harus dari warga sini,” ungkapnya.

Dari hasil mediasi, PT Supracor Sejahtera rupanya telah memberi kompensasi untuk Desa Pungging. Nilai yang diberikan untuk Desa Pungging tersebut berdasarkan jumlah barang afalan yang dikeluarkan dari pabrik karton box tersebut. Yaitu mencapai Rp600 ribu sampai Rp1,2 juta per hari.

“Setiap hari, afalan yang keluar dari pabrik antara 10 sampai 20 ton. Yang menerima oknum perangkat desa sejak perusahaan berjalan 2016. Warga minta hak kompensasi dikembalikan, minta transparasi dan minta kompensasi dikelola karang taruna. Selain itu warga minta karyawan di perusahaan 50 persen putra daerah,” katanya.

Sementara itu, Kades Pungging, Paiman menjelaskan, setiap tahun dana kompensasi dari PT Supracor Sejahtera senilai Rp1 juta sampai Rp2 juta disalurkan setiap 17 Agustus. Dana kompensasi tersebut disalurkan ke masing-masing Kepala Dusun (Kadus). Sementara di Desa Pungging terdapat tujuh dusun.

“Tuntutan warga belum disetujui perusahaan. Nanti warga kami ajak duduk bersama dengan perusahaan. Pihak desa sama pabrik harus sejalan. Kita akan membuat MoU dengan pabrik. Sebenarnya ini interen desa, kita akan melakukan perubahan struktur,” tegasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar