Peristiwa

Tuntut 5 Buruh Kembali Bekerja, Mediasi Skobar di Mojokerto Tak Ada Hasil

Mediasi antara perwakilan massa aksi dengan perwakilan pihak pemerintah desa, Polsek Jetis, Koramil 0815-07 Jetis dan Polresta Mojokerto di ruang Balai Desa Perning. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Serikat Buruh Bersama Rakyat Bergerak (Skobar) menuntut PT Tri Putra Karmita agar mempekerjakan kembali buruh yang telah di PHK dan menjadikannya karyawan tetap. Hal tersebut disampaikan dalam mediasi di Balai Desa Perning Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Ketua Skobar, Khusnul Fasikin mengatakan, sejak awal aksi digelar Skobar menyampaikan apabila pabrik dalam kondisi sepi maka buruh siap digilir dalam bekerja. “Kalaupun harus digilir dari 5 orang tersebut, kita menerimanya yang terpenting kita bisa bekerja,” ungkapnya, Rabu (24/3/2021).

Sekretaris Skobar Pusat, Mahfud Zakaria mengatakan, aksi digelar agar lima buruh yang dirumahkan bisa kembali bekerja. “Apabila rolingan sangat mudah yang terpenting produksi lancar, kita bertujuan untuk bekerja. Tidak ada upaya untuk melakukan blokade saat dari pertama kali melakukan aksi,” katanya.

Masih kata Mahfud, PT Tri Putra Karmita (OS PT Triyuda Cipta Sentosa) merupakan outsourcing. Seharusnya perusahaan bisa mengambil langkah karena sebagai pengguna. Menurutnya, jika di Surabaya situasi saat ini bisa menjadikan suasana ricuh, upah juga dibawah standar.

“Namun kita disini tidak mau seperti itu, yang utama kita hanya ingin kerja lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Mojokerto, Kompol Abdul Gani menjelaskan, jika sampai saat ini hanya satu orang yang diterima. “Untuk 4 orang kita tidak tahu siapa orangnya dan kenapa perusahaan tidak mau menerima. Saya akan menyampaiakan aspirasi dari rekan-rekan Skobar terkait hal ini,” jelasnya.

Kabag Ops akan menyampaikan ke perusahaan agar lima orang tersebut bisa bekerja walaupun secara bergilir. Pihak berjanji akan berupaya bisa mempertemukan Skobar dengan pimpinan perusahaan dan akan menyampaikan aspirasi dari warga Desa Perning.

“Pimpinan PT Triyuda Cipta Sentosa yakni, Bapak Andre akan kita panggil ke Polres (Polresta Mojokerto, red) untuk dilakukan pembahasan terkait aspirasi dari Skobar,” tegasnya.

Setelah penjelasan tersebut, mediasi antara perwakilan massa aksi dengan perwakilan pihak pemerintah desa, Polsek Jetis, Koramil 0815-07 Jetis dan Polresta Mojokerto di ruang Balai Desa Perning selesai. Massa membubarkan diri. Ini merupakan aksi ketiga Skobar. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar