Peristiwa

Tumpukan Sampah Plastik Sepanjang Titik Sungai Bengawan Solo

Tumpukan sampah plastik di bawah jembatan Kalikethek Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro

 

Bojonegoro (beritajatim.com) – Saat musim kemarau, air Sungai Bengawan Solo terlihat lebih tenang. Debit air berkurang dan dasar sungai muncul ke permukaan. Di Kabupaten Bojonegoro, tebing sungai yang longsor dan tumpukan sampah plastik terlihat dibeberapa titik.

Sampah plastik itu menumpuk di tebing-tebing sungai. Rerata terjadi di tebing sungai yang dekat dengan permukiman dan jembatan. Seperti yang terjadi di bawah Jembatan Kalikethek, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Tumpukan sampah itu menumpuk. Sampah-sampah kebanyakan dibungkus menggunakan trashbag besar warna hitam maupun merah. Mulai sampah rumah tangga, sampai sampah popok. Terlihat beberapa sampah popok bayi terbungkus plastik berserakan di tebing dan tepi sungai.

“Banyak yang membuang sampah dibungkus plastik ke sungai dengan cara dilempar dari atas jembatan,” ujar Mak War, seorang Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro yang meiliki warung di tepi Sungai Bengawan Solo, Sabtu (4/7/2020).

Sampah-sampah itu menumpuk dan mengalir bersama arus saat musim penghujan. Mulai dari daerah hulu kemudian mengalir ke wilayah hilir sungai terpanjang di Pulau Jawa yang ada di Kabupaten Gresik. “Saat musim kemarau terlihat sampanya, kalau airnya tinggi terseret arus,” tambahnya.

Sebelumya Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memasang sejumlah CCTV di jembatan yang melintas di atas sungai. CCTV itu digunakan untuk mematau perilaku masyarakat yang masih membuang sampah plastik dan popok bayi ke sungai yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

Rencana itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dalam kesempatannya 2019 silam. Namun, dalam pemasangan itu pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu perilaku membuang sampah di sungai melalui jembatan. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar