Peristiwa

Tumpukan Ban Bekas Terbakar dan Merembet ke Warung, Begini Kronologinya

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Dusun Bogang, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dihebohkan dengan terjadinya kebakaran hebat tumpukan ban bekas yang ada di pinggir jalan raya jalur Pantura Tuban, Rabu (19/6/2019) petang.

Kobaran api yang membumbung tinggi itu menjalar bangunan warung makan yang berada persis di samping tumpukan ban bekas itu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu dan hanya merusak sebagian warung makan yang dalam keadaan kosong itu.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kejadian kebakaran tumpukan ban bekas dan juga sebagian warung itu pertama kali diketahui oleh tukang tambal ban bernama Heri dan juga warga lainnya. Yang mana, tempat tambal ban tersebut hanya berjarak beberapa meter dari lokasi tumpukan ban, namun terhalang warung.

“Yang tau pertama kali ya pemilik tambal ban dan orang yang nambalkan ban,” terang salah satu warga saat berada di lokasi kejadian.

Terjadinya kebakaran ban bekas itu berawal saat Ali (24), yang merupakan warga setempat membakar sampah di dekat tumpukan ban bekas itu. Setelah membakar sampah di pinggir ban bekas itu, Ali kemudian pergi untuk bermain voli lantaran mengira apinya sudah padam.

“Setelah membakar sampah, apinya saat ditinggal dikira sudah padam. Namun, kemudian apinya masih menyala dan membakar tumpukan ban,” terang AKP Elis Suendayati, Kapolsek Jenu, Polres Tuban.

Api dari sampah tersebut diduga kembali menyala besar lantaran tertiup angin yang kencang. Sehingga dengan cepat membesar dan membakar sebagian warung makan milik Katimah (45), yang ada di pinggir jalan Tuban-Semarang itu.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api yang semakin membesar itu. Kemudian warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Jenu dan kemudian pihak kepolisian memanggil tim pemadam kebakaran dari BPBD Tuban.

“Tiga unit kendaraan PMK diterjunkan ke lokasi kejadian dan api saat ini dipastikan sudah benar-benar padam. Akibat kejadian ini kerugian ditaksir sekitar dua juta rupiah,” pungkasnya. [mut/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar