Peristiwa

Kasus Percobaan Pembunuhan di Mojokerto

Tukang Bubur Aniaya Orang Tua karena Tak Diizinkan Kerja di Sidoarjo

Rumah korban di Dusun Kuripan RT 3 RW 04, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, motif pelaku melakukan percobaan pembunuhan terhadap kedua orang tua kandungnya, Adi Murdiyanto Hermanto (27) karena kesal. Pelaku tidak mendapatkan izin dari kedua orang tuanya untuk bekerja di Sidoarjo.

“Perkembangan baru terkait kasus anak menganiaya kedua orang tuanya, ini kita sudah dalami. Hasil pendalaman kita dari serangkaian penyelidikan itu menyimpulkan bahwa yang bersangkutan ini emosional. Ada kekesalan terhadap orang tuanya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhiy Hangga Putra, Senin (28/9/2020).

Kekesalan anak terakhir dari tiga bersaudara ini dipicu karena yang bersangkutan yang sebelumnya bekerja sebagai tukang bubur keliling ini tidak mendapatkan izin bekerja di Sidoarjo. Sebelum aksi percobaan pembunuhan pada Sabtu (26/9/2020) lalu, pelaku sudah tidak mau berjualan.

“Yang bersangkutan ini (pelaku) awalnya bekerja sebagai tukang bubur, yang menyiapkan buburnya itu biasanya adalah ibunya. Tapi belakangan hari memang dia sudah tidak mau kerja menjadi tukang bubur lagi. Kemudian dia minta untuk kerja di Sidoarjo sementara orang tuanya itu tidak berkeinginan demikian,” katanya.

Hal tersebut yang menjadi kekesalan pelaku hingga akhirnya munculnya emosi dan kemudian pelaku akhirnya melakukan penganiayaan terhadap kedua orang tuanya. Kasat menambahkan, di Sidoarjo rencananya pelaku bekerja di sebuah pabrik kayu.

“Di Sidoarjo itu, informasi terakhir yang kita dapat mau kerja di pabrik kayu tapi sedang kita pasti kan kembali di mana tempatnya, kerjanya di Sidoarjo. Serangkaian penyelidikan pemeriksaan baik ke keluarga, para korban kemudian para saksi termasuk tetangga, semua kita dapat menyimpulkan itulah yang menjadi alasan,” jelasnya.

Termasuk juga, lanjut Kasat, dari hasil pemeriksaan penyidik terhadap pelaku, aksi pelaku tersebut dilakukan secara spontan karena kesal. Saat melihat kedua orang tuanya tidur di ruang tamu, yang dijadikan tempat tidur, pelaku emosi dan melakukan penganiayaan terhadap kedua korban.

“Tidak ada (minta uang Rp50 ribu). Sementara Informasi yang kita dapatkan itu. Ini kemungkinan ya orang tuanya itu tidak ingin anak itu tidak ada yang menjaga. Karena memang yang bersangkutan anak ketiga, anak terakhir dan informasi dari saudara-saudaranya dimanja dan apa maunya sih anak ini memang biasanya harus dituruti. Ada kekhawatiran, gak ada yang merawat di sana,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar