Peristiwa

Tujuh Pengungsi Wamena Pulang ke Kampung Halaman Ponorogo

Perwakilan dari Dinsos PPA mengunjungi tujuh orang pengungsi dari Wamena.(foto : Dinsos PPA Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak tujuh orang pengungsi dari Wamena tiba di kota reyog pada Kamis (3/10/2019) dini hari. Mereka masih satu keluarga yang dulunya berasal dari Ponorogo. Dengan situasi dan kondisi Wamena yang saat ini tidak kondusif, para pengungsi asli Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya.

”Sekitar jam 1 dini hari tadi, tiba di Ponorogo. Karena merasa capek, mereka memutuskan tidur dulu di rumah kerabatnya di Kelurahan Kertosari,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Ponorogo Supriyadi saat dikonfirmasi pada Kamis siang.

Supriyadi mengungkapkan dari ketujuh orang tersebut, empat berusia dewasa dan tiga lainnya masih balita. Sebelum sampai Ponorogo, mereka berkumpul di pengungsian di Jayapura. Setelah itu diterbangkan dengan menggunakan pesawat milih TNI hingga sampai di bandara Abdurahman Saleh Malang.

”Rencanaya kami akan menjemput ke Malang. Namun ternyata ada relawan dari Malang yang mengantar mereka sampai ke Ponorogo,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan para pengungsi, Supriyanto menyebut saat ini di pengungsian masih banyak yang bertahan. Di tempat pengungsian keperluan untuk makan dicukupi oleh negara. Namun jika ingin pulang ke tempat asal masing-masing juga akan difasilitasi.

Supriyanto menjelaskan jika pihaknya kini masih berkordinasi dengan dinas terkait di sana. Pasalnya masih ada beberapa warga Ponorogo yang masih di Wamena. Namun Dia belum tau pasti jumlahnya ada berapa. Dia memfokuskan untuk memantau kondisi ketujuh orang pengungsi yang sudah tiba di Ponorogo.

”Selain menanyakan apa yang dibutuhkan sementara ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Ponorogo untuk memeriksa kesehatan pengungsi,” pungkasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar