Peristiwa

Tujuh Hektare Sawah di Jember Terancam Lumpur Sungai

PMI dan BPBD Jember meninjau sungai yang berlumpur

Jember (beritajatim.com) – Sedikitnya tujuh hektare sawah terancam limpasan lumpur daerah aliran sungai (DAS) Kemiri di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini karena pendangkalan di aliran sungai tak akan mampu menampung material lumpur yang dibawa sungai jika curah hujan di bagian hulu tinggi.

Demikian hasil pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Palang Merah Indonesia, dan Kepala Desa Suci Nursalim, Rabu (30/1/2019) sore. “Diantara persawahan itu, terdapat gedung SDN Suci 02 dan belasan Kepala Keluarga di RT 01, 03, 04, 05 di RW 2, Dusun Glundengan, Desa Suci,” kata Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jember, Mamang Pratidina, Kamis (31/1/2019).

Banjir yang membawa lumpur juga mengancam warga Kepiring di Desa Suci. “Ini bila dam di Dusun Karang Kebon tak mampu menampung debit air, seperti yang terjadi pada 2 Januari 2006,” kata Mamang.

Banjir bandang pernah menghantam Jember pada awal Januari 2006. Saat itu Kecamatan Panti menjadi lokasi terparah yang menjadi korban. Saat ini BPBD dan PMI mencatat ada beberapa titik rawan bencana banjir bandang. Salah satunya di Dam Dompyong di Dusun Glundengan, Desa Suci, Kecamatan Panti.

“Di hulu dam sekitar 20 hingga 50 meter, sungai sudah cukup dangkal. Batu dan lumpur menumpuk. Tinggi permukaan air, hanya sekitar satu meter ke bibir sawah. Perkiraan logis bila air sungai berdebit tinggi turun dari hulu, apalagi disertai lumpur, batu, dan kayu maka ancamannya pada warga di RW 2 Dusun Glundengan,” kata Mamang.

PMI Jember mengimbau warga di sekitar DAS Dinoyo tetap waspada ketika hujan deras di bagian hulu tepatnya di pegunungan Argopuro. “Hindari menyeberangi sungai tersebut, ketika arus sungai kedalamannya melebihi paha orang dewasa. Apalagi pada saat sungai berwarna sangat keruh karena berlumpur,” kata Mamang. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar