Peristiwa

Tujuh Agen Bus Sumenep – Jakarta Layangkan Protes Masuknya Bus ‘Illegal’ ke Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak tujuh agen bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Arya Wiraraja Sumenep melayangkan surat protes ke Kapolres Sumenep, Dinas Perhubungan Sumenep, dan Korsatpel Terminal Tipe A, Arya Wiraraja.

Surat protes itu dilayangkan berkaitan dengan beroperasinya bus Sudiro Tungga Jaya yang diduga tidak punya ijin trayek, tetapi melakukan kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang di wilayah Sumenep. Para operator angkutan bus AKAP tersebut meminta agar pihak terkait melakukan penertiban karena dinilai merugikan agen resmi.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A, Arya Wiraraja Kabupaten Sumenep, Handoko Imam Hanafi membenarkan adanya surat protes dari para agen bus AKAP tersebut. “Memang ada surat protes itu. Bus Sudiro Tungga Jaya diduga tidak memiliki ijin trayek. Kami sebenarnya sudah memberi peringatan terhadap bus Sudiro Tungga Jaya ini,” ujarnya, Jumat (28/8/2020).

Ia memaparkan, hasil investigasi dan laporan masyarakat yang diterima pihak Korsatpel Terminal Tipe A, Arya Wiraraja Sumenep, Bus Sudiro Tungga Jaya asal Maospati, Magetan, Jawa Timur tersebut menjual tiket melalui media sosial.

“Jadi sistemnya langsung menjemput dan mengantarkan penumpang ke wilayah Sumenep. Bus ini tidak masuk terminal,” terangnya.

Tujuh perusahaan agen resmi bus AKAP yang melayangkan surat protes itu meliputi PO Zentrum, Gunung Harta, Madu Kismo, PO Haryanto, Karina, Pahala Kencana, Kemenangan Tjipto. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar