Peristiwa

Tren Banjir Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Turun

Titik ukur elevasi Sungai Bengawan Solo wilayah Taman Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tren tinggi muka air (TMA) wilayah Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan adanya penurunan. Pada puncaknya, kenaikan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu terjadi kemarin.

Pada puncaknya, level siaga di wilayah kota Bojonegoro berada di titik 13.55 meter atau berada di siaga kuning. Sesuai dengan laporan dari Perusahaan Umum Jasa Tirta 1, pada pukul 11.00 WIB, sudah lepas siaga dengan elevasi 12.05 meter.

Staf Operasional UPT PSDA di Bojonegoro Budi Endro mengatakan, status tinggi muka air (TMA) di wilayah Karangnongko maupun di wilayah Bojonegoro sudah lepas siaga. Selain di wilayah hulu Bojonegoro, tren air di wilayah hilir juga mengalami penurunan.

Kali Madiun sebagai penyumbang banjir terbesar di Bengawan Solo wilayah Bojonegoro juga normal. “Kondisi TMA Kali Madiun statusnya normal dan terlihat adanya penurunan,” ujarnya sesuai dengan laporan Perum Jasa Tirta 1, Minggu (7/2/2021).

Sementara diketahui, penentuan elevasi level siaga di Sungai Bengawan Solo sesuai dengan aturan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo ada aturan baru. Pada titik 12.06 meter sudah masuk siaga hijau, 13.06 meter siaga kuning, dan siaga merah di titik 14.04 meter. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar