Peristiwa

Tradisi Toron, Wagub Jatim Emil Dardak Cek ke Suramadu: Tidak Ada Kepadatan

Wagub Jatim Emil dardak bersama Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan dan Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Senin (19/7/2021).

Surabaya (beritajatim.com)  – Menjelang perayaan Idul Adha 1442 H, Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan sidak di Pos Chek Poin jembatan Suramadu sisi Surabaya. Dalam kunjungan ke Suramadu Wagub Jatim bersama Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo sejumlah pejabat Polda Jatim yaitu Dirlantas Kombes Pol Latif Usman, dan Kapolres Tanjung Perak AKBP  Ganis Setyaningrum.

“Tadi sore di sejumlah media massa saya membaca terjadi kepadatan, saya ingin memastikan berita tersebut”kata Wagub Emil Dardak, Senin (20/7/2021).

Emil Dardak menerangkan bahwa kunjungan sidak yang dilakukannya adalah untuk membuktikan ketidakbenaran pemberitaan yang dilakukan oleh media massa. Menurutnya, pemberitaan tersebut tidak benar karena tidak ada kepadatan yang terjadi di pintu masuk Suramadu yang diakibatkan oleh warga Madura yang melakukan Toron.

“Bisa kita lihat tidak ada kepadatan yang terjadi. Biasanya orang-orang mencobanya (masuk Suramadu) jam segini. Beda sekali dengan tahun lalu, Bapak Dirlantas Jatim juga menyampaikan bahwa terjadi penurunan 70 persen dari tahun lalu,” ujar Emil.

Wagub Jatim Emil dardak bersama Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan dan Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Senin (19/7/2021).

Menurut Emil, pengendalian PPKM ini adalah bentuk komitmen terhadap penekana penyebaran Covid-19. Emil juga mengklaim bahwa inilah bentuk komitmen antara pemerintah dan semua elemen yang ada di dalamnya untuk menekan mobilitas masyarakat.

“Buktinya ada yang sampai disuruh putar balik karena tidak memenuhi persyaratan. Jadi kami berterima kasih atas kerja keras dari seluruh jajaran, utamanya Polres Tanjung Perak. Mudah-mudahan kita tetap bisa beribadah dengan khidmat meski dilaksanakn dari rumah masing-masing,” ujarnya.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jawa Timur, terutama Madura yang melintasi Jembatan Suramadu.

“Saya ucapkan terima kasih bagi warga Madura yang tidak Toron. Seperti yang kita lihat, terdapat penurunan yang signifikan daripada tahun lalu. Tahun lalu terjadi antrian dua kilometer. Namun hari ini tidak ada. Yang paling penting adalah kesadaran kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Direktur lalu lintas Polda Jatim Kombes  Pol Latif Usman menegaskan bahwa di akses Suramadu telah dilakukan pengendalian terhadap warga yang akan masuk ke Madura.

“Kami tetap melakukan pengendalian dengan menegecek surat-surat rapid tes maupun vaksinasi, termasuk SIKM,” katanya.

Warga Madura yang berada di perantauan kerap kali melakukan Toron (pulang kampung) menjelang hari raya kurban. Namun di masa pandemi, budaya tersebut terhalang oleh Peraturan pengendalian PPKM yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021.

Salah satu penerapannya adalah melakukan pembatasan mobilitas masyarakat yang terjadi di depan pintu masuk Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Madura. Aturan ini akan berlaku hingga tanggal 25 Juli 2021 mendatang. (dik/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar